Review Buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah

Gambar
  Dalam RCO level ketiga ini, saya memilih membaca buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah karya Geulbaewoo. Ini adalah kali pertama saya baca buku esai terjemahan Korea, rasanya agak aneh awalnya tetapi lama-lama bisa menikmati. Jujur saja saya tertarik untuk membaca bukunya karena judulnya, berharap menemukan vitamin tambahan dalam proses mendalami petuah 'learn to rest not to quit'. Selain itu saya juga menyukai desain sampulnya yang simpel, tetapi tetap berkesan apalagi ada gambar bunga mataharinya, hehe. Menurut saya isi buku ini cukup menarik tetapi tidak keseluruhan. Beberapa tulisan membuat saya menggut-manggut tak lupa ditempeli sticky notes biar gampang kalau nyari lagi, beberapa lainnya biasa saja (bukan sebab kurang berkesan, tetapi mungkin karena sudah pernah membaca tema itu sebelumnya). Panjang tulisan esainya pun beragam. Ada yang sampai beberapa halaman. Ada yang cuma satu kalimat. Ada yang berisi pengalaman pribadi, ada yang berisi nasihat-nasihat, dll.

Review Buku Semoga Kamu Baik-Baik Saja

 

Judul                : Semoga Kamu Baik-Baik Saja

Penulis             : Marcella Viona Legoh

Penerbit          : Penerbit Bhuana Ilmu Populer

Tebal               : 123 halaman




Hidup kadang bisa terasa enggak karuan. Sini, pegangan. Selain judul, headline yang tertulis di sampul buku ini menjadi salah satu daya tarik untuk membacanya. Ketika dibaca lebih lanjut, ternyata isinya patut direnungkan dengan bahasa yang tetap ringan. Semacam menemukan pelukan hangat dari sahabat setelah menjalani hari-hari yang cukup penat, itulah alasan saya tertarik membaca buku bersampul merah muda ini.

Buku dengan ketebalan 123 halaman ini dibagi menjadi enam bab pembahasan, dengan keunikan tagar singkatan dari setiap judulnya. Tagar-tagar itu meliputi: #hanihanting (Hari ini adalah Hari yang Penting), #yapepi (Yang Penting Hepi), #sarapan (Masih Ada Harapan), #syurga (Syukur dan Penghargaan), #bsanjay (Bawa Santai Aja, Say!), dan yang terakhir #paskuat (Melepaskan supaya Bisa Kuat).

Banyak hal-hal kecil yang baru saya sadari setelah membaca buku ini. Saya menyadari tentang pentingnya hari ini meskipun hari ini ‘biasa saja’. Sebelumnya saya sangat menanti hari Sabtu-Minggu karena libur bekerja, saya sangat menunggu akhir bulan karena saatnya gajian, saya menunggu tanggal merah di kalender membuat rencana bisa bepergian lebih lama. Hal-hal itu membuat saya abai terhadap hari ini, hari yang sebenarnya kita miliki karena esok belum tentu terjadi. Di buku ini juga mengajarkan cara menikmati momen saat ini. Tidak perlu lama, hanya satu menit saja.

Dari buku ini pun saya belajar untuk tidak khawatir dengan prinsip hidup yang dipegang meskipun berbeda dengan yang lainnya, asalkan itu baik dan tidak merugikan orang lain. Sebaliknya saya pun harus menghargai prinsip orang lain. Tidak selamanya yang kita anggap aneh itu tidak baik. Selain itu, segala sesuatu tidak harus sempurna untuk membuat bahagia. Menikmati yang kita miliki dengan tetap merencanakan dan membangun harapan untuk menjadi lebih baik menjadikan hidup terasa lebih lapang.

Kadang, bisa punya cukup saja sudah cukup. Segala sesuatu enggak harus lebih banyak untuk jadi lebih baik. (Halaman 42)

Buku ini ditulis oleh seseorang yang berprofesi sebagai UX writer. Ternyata Marcella Viona Legoh sudah mulai berkecimpung di dunia tulis menulis sejak sekolah. Pantas saja buku ini menjadi buku ketiga karya penulis. Obrolan mendalam tentang kehidupan menjadi cikal-bakal Marcella dalam menulis buku ini.

Seperti yang saya bilang di awal, Semoga Baik-Baik Saja menurutku sangat cocok untuk untuk dibaca teman-teman yang sedang membutuhkan pelukan hangat. Cocok untuk yang butuh bacaan berat tetapi masih memiliki makna mendalam untuk direnungkan. Saya merekomendasikan buku ini untuk pembaca yang ingin menyesap bukunya pelan-pelan atau pun sekali lahapan.

Hidup memang tidak selalu baik-baik saja, tetapi dengan penerimaan dan pola pikir positif akan membuat semuanya menjadi lebih baik-baik saja.

#RCO10

#OneDayOnePost

#ReadingChallengeODOP10

#AntiBookShaming

#BacaBukuLegal

Komentar

Popular

Asmara Sri Huning Mustika Tuban

Review Novel Antara Cinta dan Ridha Ummi

Ulasan Buku Dokter yang Dirindukan

Belajar Prosa Liris bersama Uncle Ik

Tentang Rara, Tokoh Utama dalam Novel Rumah Tanpa Jendela