Review Buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah

Gambar
  Dalam RCO level ketiga ini, saya memilih membaca buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah karya Geulbaewoo. Ini adalah kali pertama saya baca buku esai terjemahan Korea, rasanya agak aneh awalnya tetapi lama-lama bisa menikmati. Jujur saja saya tertarik untuk membaca bukunya karena judulnya, berharap menemukan vitamin tambahan dalam proses mendalami petuah 'learn to rest not to quit'. Selain itu saya juga menyukai desain sampulnya yang simpel, tetapi tetap berkesan apalagi ada gambar bunga mataharinya, hehe. Menurut saya isi buku ini cukup menarik tetapi tidak keseluruhan. Beberapa tulisan membuat saya menggut-manggut tak lupa ditempeli sticky notes biar gampang kalau nyari lagi, beberapa lainnya biasa saja (bukan sebab kurang berkesan, tetapi mungkin karena sudah pernah membaca tema itu sebelumnya). Panjang tulisan esainya pun beragam. Ada yang sampai beberapa halaman. Ada yang cuma satu kalimat. Ada yang berisi pengalaman pribadi, ada yang berisi nasihat-nasihat, dll.

7 Tips Menumbuhkan Minat Baca Buku

Gerakan menumbuhkan minat membaca buku seakan semakin lantang disuarakan akhir-akhir ini. Hal tersebut dilakukan mengingat besarnya manfaat yang bisa kita dapatkan melalui kebiasaan membaca. Nah, berikut tujuh tips menubuhkan minat baca buku yang mungkin bisa teman-teman coba.


1. Tentukan Tujuan Membaca

Dalam aktivitas apa pun tujuan atau niat awal merupakan hal yang sangat penting. Tujuan yang konkret memiliki andil yang besar dalam melakukan kebiasaan baru. Termasuk dalam kebiasaan membaca buku. Sebelum membaca, jawablah pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang tujuan. Mengapa saya membaca? Mengapa saya harus membaca buku ini? Apa manfaat yang akan saya peroleh setelah menamatkan buku ini? Apakah saya akan menyesal jika tidak membaca buku ini? dan lainnya. Pertanyaan-pertanyaan yang sudah dilengkapi jawaban tersebut bisa lebih mudah diingat ketika ditulis. Nah, sebelum membaca kita bisa meluangkan waktu sejenak untuk menuliskannya. Lain kali ketika timbul rasa jenuh kita membaca ulang tulisan tersebut. Cara ini cukup efektif untuk menjadi penyulut semangat membaca yang mungkin mulai redup.

2. Membaca Buku dengan Tema yang Disukai

Kita biasanya akan lebih mudah melakukan sesuatu yang kita sukai. Bahkan bisa jadi kita tidak akan merasa terbebani meskipun harus mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, atau pun uang untuk bisa melakukan hal tersebut. Hal ini bisa kita terapkan dalam hal memilih tema buku yang akan dibaca. Untuk memulai kebiasaan baru lakukanlah dengan cara menyenangkan. Pilihlah jenis dan tema buku yang disukai. Kita bebas jenis buku yang disukai, entah itu fiksi maupun nonfiksi. Entah itu tebal maupun tipis. Entah itu bergambar atau hanya tulisan saja. Kita pun bebas menentukan tema buku yang ingin kita baca. Misalnya kita suka memasak, pilihlah buku yang membahas tentang masakan. Buku tentang memasak bukan hanya buku resep masak. Beberapa novel juga mengangkat tema memasak sebagai bumbu dalam jalan ceritanya. Tak perlu risau saat jenis atau tema kita tidak banyak disukai oleh orang lain. Karena ini tentang perjalanan diri kita menumbuhkan minat membaca buku masing-masing, bukan orang lain.

3. Membaca Sinopsis atau Ulasan Buku

Sebelum membeli suatu makanan dalam jumlah banyak kita biasanya akan diberikan tester. Melalui tester tersebut kita bisa menentukan mau membeli atau ganti menu lainnya. Begitu pula dalam memilih buku bacaan. Kita bisa mendapatkan gambaran isi dari buku tersebut melalui membaca sinopsis bukunya. Jika dengan membaca sinopsis kita belum merasa puas, kita bisa juga membaca ulasan dari buku tersebut. Dalam ulasan atau review buku biasanya akan membahas isi buku lebih banyak lagi. Bahkan kadang beberapa review menambahkan kelebihan dan kekurangan dari buku tersebut. Tetapi bisa jadi review tersebut bersifat spoiler. Bagi pembaca yang tidak menyukai spoiler berlebih harus pandai memilah ulasan yang akan dibaca. Oh ya, ulasan tidak hanya dalam bentuk tulisan. Akhir-akhir ini banyak orang yang mengulas buku melalui video maupun rekaman suara. Pilihlah bentuk ulasan yang nyaman untuk diikuti. Jika merasa kurang cocok dengan isi buku, kita bisa mencari ulasan buku yang lainnya.

4. Menentukan Target Membaca

Kebiasaan akan lebih mudah terbentuk ketika dilakukan berulang meskipun dalam jumlah yang sedikit. Target yang tercapai biasanya menjadi salah satu kesenangan tersendiri. Nah, kita bisa menerapkannya dalam hal membaca buku. Misalnya saja kita memasang target bisa menamatkan satu buku dalam satu bulan. Target ini awalnya akan terlihat cukup sulit. Untuk mengatasinya kita bisa memecahnya dalam target-target kecil. Misalnya saja tebal buku yang akan kita baca adalah 300 halaman. Kita bisa membaginya dalam satu bulan artinya 10 halaman/hari. Setelah didapatkan jumlah halaman baca, kita bisa menentukan kapan waktu yang ideal untuk membaca. Apakah pagi, siang, sore, atau malam. Kita juga bisa membaginya dalam beberapa watu, misalnya pagi lima halaman dan malam halaman. Cara lain yang bisa kita coba adalah menggabungkan kebiasaan baru tersebut dalam hal ini membaca dengan kebiasaan lain yang telah terbentuk. Misalnya kita biasa minum kopi atau the di pagi hari, nah, aktivitas membaca bisa disisipkan. Dalam memasang target pribadi kita bebas menentukan sesuai dengan kemampuan diri. Banyak atau sedikit, membaca pelan atau pun lambat, lagi-lagi tentang perjalanan diri sendiri.

5. Selalu Menyediakan Buku

Kenapa kita sering memainkan ponsel? Salah satunya adalah karena benda tersebut selalu berada di dekat kita. Pelan-pelan kita bisa mengubah kebiasaan bermain ponsel dengan kebiasaan membaca buku. Caranya yaitu menyediakan buku di mana pun dan kapan pun. Kita bisa menyediakan buku di sekitar tempat tidur, di ruang tamu, di meja kerja, di mobil, bahkan di dalam tas kita. Ketika memutuskan untuk membawa buku di dalam tas, kita bisa memilah buku apa yang kiranya mudah dibawa. Di era yang serba digital ini, kita pun bisa membaca buku dalam bentuk e-book atau bahkan audiobook. Artinya kita tidak punya alasan lagi untuk tidak membaca buku. Kita akan teringat untuk membaca saat melihat buku. Tetapi bukan berarti kita tidak boleh bermain ponsel sama sekali ya, segala sesuatu yang seimbang tentu lebih menyenangkan.

6. Menjadikan Membaca Sebagai Kebutuhan

Dulu kita mungkin menganggap membaca adalah aktivitas orang-orang yang pandai saja. Atau bisa jadi kita yang merasa biasa saja tidak cocok untuk membaca. Pola pikir ini perlu kita ubah untuk menumbuhkan minat baca. Membaca itu salah satu media untuk belajar. Nah, kita sebagai manusia memiliki kebutuhan untuk belajar. Oleh karena itu membaca menjadi kebutuhan dalam hidup kita. Tetapi, kita juga harus memahami bahwa setiap orang punya pola belajar masing-masing. Ada yang lebih suka melihat secara langsung atau mendengarkan suara daripada membaca.

7. Masuk Komunitas Membaca Buku



Komunitas selalu menjadi support terbaik dalam membentuk kebiasaan baru. Melalui komunitas membaca kita bisa jadi terpacu untuk membaca karena ada target yang harus dipenuhi, ada teman-teman yang mengingatkan, dan bagian terbaiknya adalah ada sesi diskusi tentang buku yang dibaca. Melalui diskusi ini kita bisa memahami suatu buku dengan lebih mendalam dan juga menemukan rekomendasi judul buku lain yang mungkin kita butuhkan.

Komentar

Popular

Asmara Sri Huning Mustika Tuban

Review Novel Antara Cinta dan Ridha Ummi

Ulasan Buku Dokter yang Dirindukan

Belajar Prosa Liris bersama Uncle Ik

Tentang Rara, Tokoh Utama dalam Novel Rumah Tanpa Jendela