Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2021

Review Buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah

Gambar
  Dalam RCO level ketiga ini, saya memilih membaca buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah karya Geulbaewoo. Ini adalah kali pertama saya baca buku esai terjemahan Korea, rasanya agak aneh awalnya tetapi lama-lama bisa menikmati. Jujur saja saya tertarik untuk membaca bukunya karena judulnya, berharap menemukan vitamin tambahan dalam proses mendalami petuah 'learn to rest not to quit'. Selain itu saya juga menyukai desain sampulnya yang simpel, tetapi tetap berkesan apalagi ada gambar bunga mataharinya, hehe. Menurut saya isi buku ini cukup menarik tetapi tidak keseluruhan. Beberapa tulisan membuat saya menggut-manggut tak lupa ditempeli sticky notes biar gampang kalau nyari lagi, beberapa lainnya biasa saja (bukan sebab kurang berkesan, tetapi mungkin karena sudah pernah membaca tema itu sebelumnya). Panjang tulisan esainya pun beragam. Ada yang sampai beberapa halaman. Ada yang cuma satu kalimat. Ada yang berisi pengalaman pribadi, ada yang berisi nasihat-nasihat, dll.

Menjelajahi Keaslian Suku Sasak di Wisata Desa Sade

Gambar
  Kata jenuh sepertinya sudah dialami semua orang menghadapi pandemi ini. Protokol kesehatan yang yang harus dipatuhi, aktivitas yang serba dilakukan di rumah, komunikasi yang jarak jauh serba online, membuat saya ingin sekali travelling menikmati alam. Tak ada rotan akar pun jadi, belum boleh jalan-jalan baca buku tentang perjalanan pun jadi. Buku yang saya baca berjudul Baby Backpacker. Buku ini berisi tentang tips perjalanan bersama buah hati yang masih bayi, mulai dari kebutuhan yang perlu dibawa, transportasi yang dipilih, penginapan, dll. Penulis menceritakan pengalaman pribadinya jalan-jalan dengan baby di berbagai tempat, mulai dari wisata laut hingga gunung. Satu destinasi yang cukup menarik bagi saya dan ingin untuk dikunjungi yaitu Lombok, tepatnya wisata Desa Sade. Wisata Desa Sade merupakan salah satu dusun yang ada di Desa Rambitan, Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Kelebihan dari tempat ini yaitu terkenal masih mempertahankan adat suku Sasak. Meski terletak di pinggir j

Tradisi

Gambar
  Tradisi   Kau tak tertulis dalam pasal perundang-undangan Kau bahkan tak ditemukan dalam kitab Tuhan Namun, keberadaanmu lekat dalam ingatan Entah mulut siapa yang pertama kali mengikrarkan   Kau diagungkan Tak peduli jumlah rupiah yang dikeluarkan Tak peduli rantai persaudaraan lerai berantakan Tak peduli nasib keturunan yang dikorbankan   Kau adalah hukum paling menakutkan Melanggarmu adalah kedunguan Sekali muka tercoreng arang Seumur hidup jadi buah bibir orang-orang   Keberadaanmu sebenarnya membawa kebaikan Kau adalah simbol-simbol pengingat aturan kehidupan Menjaga manusia dalam keteraturan Menjadi warna-warni prosesi sakral yang tak terlupakan   Hanya saja manusia kadang lucu Mereka mengistimewakan perayaanmu Mencampakkan nurani atas nama menjagamu Melupakan makna-makna keberadaanmu   Narogong, 17 Maret 2021   Puisi ini terinspirasi dari sebuah novel berjudul Damar Kambang, berikut identitas bukunya: Judul     : Dama

Popular

Asmara Sri Huning Mustika Tuban

Review Novel Antara Cinta dan Ridha Ummi

Ulasan Buku Dokter yang Dirindukan

Belajar Prosa Liris bersama Uncle Ik

Tentang Rara, Tokoh Utama dalam Novel Rumah Tanpa Jendela