Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020

Review Buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah

Gambar
  Dalam RCO level ketiga ini, saya memilih membaca buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah karya Geulbaewoo. Ini adalah kali pertama saya baca buku esai terjemahan Korea, rasanya agak aneh awalnya tetapi lama-lama bisa menikmati. Jujur saja saya tertarik untuk membaca bukunya karena judulnya, berharap menemukan vitamin tambahan dalam proses mendalami petuah 'learn to rest not to quit'. Selain itu saya juga menyukai desain sampulnya yang simpel, tetapi tetap berkesan apalagi ada gambar bunga mataharinya, hehe. Menurut saya isi buku ini cukup menarik tetapi tidak keseluruhan. Beberapa tulisan membuat saya menggut-manggut tak lupa ditempeli sticky notes biar gampang kalau nyari lagi, beberapa lainnya biasa saja (bukan sebab kurang berkesan, tetapi mungkin karena sudah pernah membaca tema itu sebelumnya). Panjang tulisan esainya pun beragam. Ada yang sampai beberapa halaman. Ada yang cuma satu kalimat. Ada yang berisi pengalaman pribadi, ada yang berisi nasihat-nasihat, dll.

Kelukur

Malam semakin larut, namun keriuhan seakan malas untuk surut. Malah semakin menjadi-jadi, apalagi saat penari-penari gandrung itu mulai melenggok menunjukkan kepiawaiannya. Beledu hitam dan omprok keemasan tampak pas di tubuh mereka. Entakan selendang merah menambah gairah laki-laki yang ikut berjoget bersama. Satu dua bahkan tampak mengeluarkan lembar-lembar uang untuk menyawer. Di atas pelaminan tampak sepasang pengantin baru tersenyum sumringah menyalami tamunya satu persatu. Sesekali mata mereka tampak berkaca-kaca setelah mendengar bisikan doa-doa. Perasaan bahagia mengalahkan rasa lelah atas serangkaian adat selama prosesi pernikahan. Meja-meja tak dibiarkan kosong, teh-teh panas dan beraneka camilan segera diisi ulang ketika mulai menipis. Di bawah tarub yang dihias sedemikian megah, warga di sebuah desa Kabupaten Banyuwangi tengah berpesta. Sementara itu di kursi belakang, seorang lelaki dengan jambang tipis duduk bermenung. Segelas teh panas di depannya dibiarkan ding

Popular

Asmara Sri Huning Mustika Tuban

Review Novel Antara Cinta dan Ridha Ummi

Ulasan Buku Dokter yang Dirindukan

Belajar Prosa Liris bersama Uncle Ik

Tentang Rara, Tokoh Utama dalam Novel Rumah Tanpa Jendela