Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2019

Review Buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah

Gambar
  Dalam RCO level ketiga ini, saya memilih membaca buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah karya Geulbaewoo. Ini adalah kali pertama saya baca buku esai terjemahan Korea, rasanya agak aneh awalnya tetapi lama-lama bisa menikmati. Jujur saja saya tertarik untuk membaca bukunya karena judulnya, berharap menemukan vitamin tambahan dalam proses mendalami petuah 'learn to rest not to quit'. Selain itu saya juga menyukai desain sampulnya yang simpel, tetapi tetap berkesan apalagi ada gambar bunga mataharinya, hehe. Menurut saya isi buku ini cukup menarik tetapi tidak keseluruhan. Beberapa tulisan membuat saya menggut-manggut tak lupa ditempeli sticky notes biar gampang kalau nyari lagi, beberapa lainnya biasa saja (bukan sebab kurang berkesan, tetapi mungkin karena sudah pernah membaca tema itu sebelumnya). Panjang tulisan esainya pun beragam. Ada yang sampai beberapa halaman. Ada yang cuma satu kalimat. Ada yang berisi pengalaman pribadi, ada yang berisi nasihat-nasihat, dll.

Seputar Buku Reclaim Your Heart (Bukan Review)

Gambar
Buku Reclaim Your Heart ditulis oleh Yasmin Mogahed, seorang warga Amerika kelahiran Mesir. Yasmin menerima gelar BS dalam Psikologi dan Magister Jurnalisme dan Komunikasi Massa dari University of Wisconsin-Madison. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Yasmin mengajar studi Islam dan menjadi youth coordinator. Yasmin juga bekerja sebagai writing instructor di Cardinal Stritch University dan seorang kolomnis Islam section pada InFocus News.   Buku ini diterjemahkan oleh Nadya Andwiani dan diterbitkan di Noura Books PT Mizan Publika. Ketika diminta untuk membuat tulisan tentang persamaan dan perbedaan tradisi darimana buku ini berasal dengan Indonesia, maka saya memilih untuk mengulas Amerika, karena disebutkan bahwa Yasmin adalah warga negara tersebut. Persamaan tentang kedua negara ini yaitu sama-sama menganut asas demokrasi, saling menjunjung hak asasi manusia (HAM), serta kebebasan beragama dan rasa saling toleransi yang tinggi. Sedangkankan untuk perbedaannya tentu ada bany

Tentang Rara, Tokoh Utama dalam Novel Rumah Tanpa Jendela

Gambar
Tidak banyak novel Asma Nadia yang menggunakan anak kecil sebagai tokoh utamanya. Hal ini membuat buku Rumah Tanpa Jendela menjadi spesial di antara novel-novel beliau lainnya. Rara, gadis berumur 9 tahun dengan rambut panjang yang memerah di bagian ujungnya karena sering terjerang matahari, manjadi tokoh utama dalam novel setebal 215 halaman ini. Rara adalah seorang gadis yang suka berimajinasi. Ia sering menutup mata kemudian memasuki dunia indah di dalam kepalanya. Di dunia barunya Rara tak mencium bau busuk atau melihat tumpukan-tumpukan sampah di kuburan seperti yang terjadi di dunia nyata. Ibunya yang mengajari memulai perjalanan mimpi tersebut. Kebiasaan ini bahkan ia lakukan ketika di sekolah. Hanya saja pintu dunia imajinasinya akan tertutup jika gadis kecil itu sedang bersedih. Rara tergagap. Tidak menyadari kenapa dia bisa tiba-tiba berdiri dengan kedua tangan terbentang. Sementara teman-teman lain duduk manis memerhatikan Bu Alia, guru mereka yang cantik, menerang

Popular

Asmara Sri Huning Mustika Tuban

Review Novel Antara Cinta dan Ridha Ummi

Ulasan Buku Dokter yang Dirindukan

Belajar Prosa Liris bersama Uncle Ik

Tentang Rara, Tokoh Utama dalam Novel Rumah Tanpa Jendela