Review Buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah

Gambar
  Dalam RCO level ketiga ini, saya memilih membaca buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah karya Geulbaewoo. Ini adalah kali pertama saya baca buku esai terjemahan Korea, rasanya agak aneh awalnya tetapi lama-lama bisa menikmati. Jujur saja saya tertarik untuk membaca bukunya karena judulnya, berharap menemukan vitamin tambahan dalam proses mendalami petuah 'learn to rest not to quit'. Selain itu saya juga menyukai desain sampulnya yang simpel, tetapi tetap berkesan apalagi ada gambar bunga mataharinya, hehe. Menurut saya isi buku ini cukup menarik tetapi tidak keseluruhan. Beberapa tulisan membuat saya menggut-manggut tak lupa ditempeli sticky notes biar gampang kalau nyari lagi, beberapa lainnya biasa saja (bukan sebab kurang berkesan, tetapi mungkin karena sudah pernah membaca tema itu sebelumnya). Panjang tulisan esainya pun beragam. Ada yang sampai beberapa halaman. Ada yang cuma satu kalimat. Ada yang berisi pengalaman pribadi, ada yang berisi nasihat-nasihat, dll.

Ulasan Buku Dokter yang Dirindukan


Judul               : Dokter yang Dirindukan
Penulis             : Asma Nadia, Dr. Anwar Fazal, dkk.
Penerbit           : Republika Penerbit
Tahun terbit    : 2018 - Cetakan II
Tebal               : 300 halaman




Dokter-dokter itu pahlawan. Lewat mereka, Allah mengabarkan harapan akan hari kesembuhan. (Hlm. 11)
Buku ini berisi 20 cerita yang ditulis oleh tujuh dokter dari Malaysia dan satu penulis tanah air, Asma Nadia. Mereka mengisahkan tentang bagaimana perjuangan dan pengorbanan para dokter sehingga pantas disebut sebagai sosok "yang dirindukan". Menjadi seorang dokter bukan hanya sebab kegigihan dalam belajar, ada doa-doa orangtua serta dukungan dari orang-orang tercinta yang menemani lika-liku perjalanannya.
Keahlian seorang dokter yang harus dimiliki tidak hanya perihal proses mengobati, kecakapan dalam menenangkan pasien dan menyampaikan informasi yang transparan namun tidak menyakitkan untuk keluarganya sangat dibutuhkan. Tutur kata maupun perilaku yang istimewa dari dokter memberikan memori indah serta kekuatan bagi mereka yang cukup lelah akan segala proses pengobatan.
Tidak hanya ramah dan baik hati, Dokter Titi juga hafal ulang tahun Rani. Tidak pernah luput memberikan hadiah untuk pasien setianya, juga tidak sungkan melangkah ke kontrakan sederhana saat Rani kecil ragu-ragu menyodorkan seberkas undangan ulang tahun. (Hlm.10)
"Setiap kali ke bangsal, pasti dia akan mencari Dokter. Dia tidak pernah melupakan sikat gigi Spiderman itu. Dia ingin jadi kuat seperti Spiderman dan menyelamatkan dunia ..." (Hlm.66)
Tujuan seseorang untuk menjadi seorang dokter tentu beragam. Bisa jadi karena penghasilannya menjanjikan, ingin kelihatan pintar dengan jas putih dan stetoskop yang tergantung di leher, atau karena ingin memberikan pertolongan bagi orang yang membutuhkan. Alasan-alasan tersebut wajar bila diperlukan agar bisa menjadi pemicu semangat, karena untuk meraih gelar atau menjalankan amanah sebagai dokter tidaklah mudah. Namun bagi seorang muslim tentu motivasi yang berhubungan dengan akhirat menjadikan profesi ini semakin layak diperjuangkan.
"Dokter adalah profesi paling menguntungkan di dunia, juga akhirat. Ruang kerjanya adalah taman surga, dan ada 140.000 malaikat mendoakan setiap hari. Betapa luar biasa profesi ini. Jadilah orang yang paling beruntung, Nak. Jadilah dokter muslim yang cemerlang dan berjiwa Qur'ani." (Hal.51)
Bagi yang tidak sedang belajar untuk jadi dokter, pun bukan seorang dokter jangan berkecil hati, karena …
InsyaAllah, apa pun karier yang dimiliki, jika halal sumbernya dan Al Qur'an "jiwa"-nya, maka ia akan menjadi jalan ke surga. (Hal.53)
Dokter juga manusia, mereka juga merasakan jatuh cinta. Mereka juga sedih saat diledek tidak punya 'life' akibat kesibukannya. Mereka juga kecewa jika harus meninggalkan keluarga secara tiba-tiba. Mereka juga pernah melakukan kesalahan. Beberapa cerita dalam buku ini seolah ingin menyampaikan fakta tersebut untuk pembaca. Hal lain yang sangat ditekankan di dalamnya adalah tentang pentingnya berbakti pada orangtua serta pengingat bahwa kematian bisa datang kapan saja.
Kematian tidak mengenal usia. Banyak anak muda yang dijemput malaikat maut ketika berada dalam usia gemilang dan puncak prestasi di persada dunia. (Hlm. 49)
Cerita yang paling saya suka berjudul Mehnah dan Tribulasi, keduanya saling berhubungan dan ditulis oleh sepasang suami istri yang sama-sama berprofesi menjadi dokter. Bercerita tentang seorang dokter  yang baru saja kehilangan janinnya, saat siuman ia tidak berduka tapi malah menanyakan keselamatan pasiennya. Padahal pasien tersebut menjadi penyebab akan ujian yang diterimanya. Dengan lapang ia menyerahkan segala nasibnya pada Sang Kuasa. Itulah secuil gambaran dokter yang dirindukan, mereka bertanggung jawab atas amanah yang diterimanya. Mereka memohon pertolongan dalam setiap usaha dan memasrahkan segala hasil kepada-Nya, karena sejatinya dokter hanyalah perantara, yang memberi kesembuhan sejatinya adalah Allah, pemilik segala keputusan.
Seperti yang saya katakana di awal, mayoritas penulis buku ini berasal dari Malaysia sehingga bahasa melayu masih terasa betul saat membacanya. Hal yang mungkin bisa dijadikan catatan untuk perbaikan selanjutnya yaitu adanya kesalahan pemilihan kata ganti dalam cerita ketiga, di sana tokoh yang diceritakan adalah laki-laki namun tiba-tiba digunakan  kata ‘gadis’ sebagai kata ganti tokohnya. Selanjutnya dalam cerita kesembilan terkesan membingungkan apakah penulis ingin menggunakan sudut pandang orang ketiga atau pertama, penggunaan kata ‘saya’ dan ‘aku’ oleh seorang tokoh dalam situasi yang sama juga membuatnya terlihat tidak konsisten.
Terlepas dari semua itu buku ini bisa dinikmati siapa saja, tidak membosankan karena setiap judul mengisahkan cerita yang unik. Meskipun banyak istilah kedokteran di dalamnya, masih bisa dimengerti karena dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami, adanya catatan kaki juga cukup membantu. Selain itu untaian hikmah yang bersumber dari Al Quran dan hadits juga dibubuhkan dalam beberapa judul, menjadikan pembaca bisa merenungkan lebih dalam akan pelajaran yang bisa dipetik dalam setiap cerita.

#30DWC
#30DWCJilid20
#30DWCJilid20Day3
#Day3

Komentar

Popular

Asmara Sri Huning Mustika Tuban

Review Novel Antara Cinta dan Ridha Ummi

Belajar Prosa Liris bersama Uncle Ik

Tentang Rara, Tokoh Utama dalam Novel Rumah Tanpa Jendela