Review Buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah

Gambar
  Dalam RCO level ketiga ini, saya memilih membaca buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah karya Geulbaewoo. Ini adalah kali pertama saya baca buku esai terjemahan Korea, rasanya agak aneh awalnya tetapi lama-lama bisa menikmati. Jujur saja saya tertarik untuk membaca bukunya karena judulnya, berharap menemukan vitamin tambahan dalam proses mendalami petuah 'learn to rest not to quit'. Selain itu saya juga menyukai desain sampulnya yang simpel, tetapi tetap berkesan apalagi ada gambar bunga mataharinya, hehe. Menurut saya isi buku ini cukup menarik tetapi tidak keseluruhan. Beberapa tulisan membuat saya menggut-manggut tak lupa ditempeli sticky notes biar gampang kalau nyari lagi, beberapa lainnya biasa saja (bukan sebab kurang berkesan, tetapi mungkin karena sudah pernah membaca tema itu sebelumnya). Panjang tulisan esainya pun beragam. Ada yang sampai beberapa halaman. Ada yang cuma satu kalimat. Ada yang berisi pengalaman pribadi, ada yang berisi nasihat-nasihat, dll.

Review Novel Antara Cinta dan Ridha Ummi

Cinta memang anugerah.
Tapi kita diberi akal sehat untuk memaknai setiap anugerah dengan sebaik-baiknya.

Judul               : Antara Cinta dan Ridha Ummi
Penulis             : Asma Nadia
Penerbit           : Asma Nadia Publishing House
Jumlah halaman : 235 halaman

            Ketika selesai membaca beberapa bab novel Antara Cinta dan Ridha Ummi muncul pertanyaan dari saya pribadi, “Kok nama tokoh utama yang disebutkan di sinopsis tidak muncul ya?” Akhirnya saya baca ulang cover bagian belakang dan baru sadar kalau penulis sudah menyampaikan bahwa dalam buku ada dua kisah yang disajikan. Cerita pertama berada dalam bagian 17 Catatan Hati Ummi dan selanjutnya baru Antara Cinta dan Ridha Ummi. Kedua kisah ini tidak saling berhubungan, tetapi masih mengangkat satu bahasan utama, Ummi.

koleksi pribadi

            Dalam kisah pertama diceritakan bahwa Ummi Aminah ditinggalkan oleh suaminya karena wanita lain ketika kedua anaknya masih kecil, hal itu tentu saja menorehkan luka mendalam baginya. Beruntung, ia bertemu dengan Abah, keduanya merajut bahtera rumah tangga dan dikaruniai lima orang anak. Ummi Aminah, Abah dan tujuh anaknya ini yang menjadi peran penting dalam cerita. Meskipun terkesan banyak pemain, namun karakter setiap tokoh dijelaskan secara detail dalam catatan hati masing-masing.
            Sebagai seorang dai bukan berarti jalan hidup anak-anak Ummi Aminah lurus-lurus saja. Umar, memiliki masalah dengan istrinya hingga rumah tangganya berada di ujung tanduk. Aisyah, gadis yang hidup sederhana dengan keluarga kecilnya. Zaenal, anak Ummi yang tak ingin masuk surga sendirian tiba-tiba saja diseret polisi dan masuk penjara. Zidan, anak lelaki yang secara tak sengaja perang dingin dengan Abah karena sikapnya yang feminim. Zarika, seoarang gadis yang cantik dengan karir yang bagus namun belum juga menemukan jodoh. Bahkan kisah cintanya membuat luka di hati Ummi kembali menganga. Zubaedah, bermasalah dengan wajah dan tubuhnya yang semakin tak karuan ketika harus berhijab. Ziah, putri Ummi yang selalu menemaninya ketika menyampaikan ceramah, namun tertutup dengan apa yang tengah dirasakannya. Dengan masalah anak-anaknya yang begitu beragam belum lagi desakan para wartawan yang selalu ingin tahu kehidupan pribadinya, bagaimana cara Ummi Aminah menghadapinya?
            Cerita kedua memiliki tokoh utama bernama Laras. Ia adalah anak semata wayang Ummi. Satu-satunya keinginan Ummi adalah agar ia cepat-cepat menikah. Namun untuk mendapatkan pendamping hidup butuh proses seleksi panjang, satu persatu lelaki mendekatinya, karena alasan tertentu ia pun harus merelakannya. Akhirnya ia menemukan seorang calon yang memenuhi kriteria Ummi. Sayangnya ada kata ‘tapi’ yang tak berani disampaikan Laras karena takut Ummi tidak bisa menerimanya. Akankah ia gagal menuju jenjang pernikahan lagi?
            Asma Nadia mengolah novel ini begitu cantik. Setiap kalimat yang dituturkan hampir quoteable hehe. Dengan konflik yang sedemikian banyak penulis kondang ini berhasil membuat pembaca tetap mudah mengikuti akhirnya. Ending cliffhanger yang diterapkan di setiap akhir bab membuat saya ingin lanjut terus dalam membaca. Salah satu yang saya sukai dari novel Asma Nadia yaitu selalu ada alasan dari tokoh dalam mengambil keputusan, hal itu membuat cerita menjadi masuk akal.
            Bonusnya Asma Nadia menyelipkan kisah-kisah para Nabi dalam novel Antara Cinta dan Ridha Ummi. Selain itu isu-isu masalah dalam negeri pun sesekali membumbui. Seperti biasa Asma Nadia menuliskan quote menarik di setiap awal bab. Di bagian akhir ada catatan-catatan kecil tentang momen bersama ibu yang tak terlupakan yang ditulis oleh beberapa orang. Semoga dengan membaca novel ini semakin meningkatkan bakti kita kepada Ibu.

#tantanganreviewnovel
#ODOP6
#kelasfiksi 

Komentar

  1. Aamiin, bagus kisanya dan sangat kompleks permasalahannya, tp bagi oran yg beriman, tetap sabar dan tawakallah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, Allah aja, Allah lagi, Allah terus. 🙏

      Hapus
  2. Ngidam novel ini sm cinta dalam 99 asma-Nya. Baca beginian, jadi tmbh ngidam deh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe kalo cinta dalam 99 nama-Mu saya belum punya Mba Dee

      Hapus

Posting Komentar

Popular

Asmara Sri Huning Mustika Tuban

Ulasan Buku Dokter yang Dirindukan

Belajar Prosa Liris bersama Uncle Ik

Tentang Rara, Tokoh Utama dalam Novel Rumah Tanpa Jendela