Review Buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah

Gambar
  Dalam RCO level ketiga ini, saya memilih membaca buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah karya Geulbaewoo. Ini adalah kali pertama saya baca buku esai terjemahan Korea, rasanya agak aneh awalnya tetapi lama-lama bisa menikmati. Jujur saja saya tertarik untuk membaca bukunya karena judulnya, berharap menemukan vitamin tambahan dalam proses mendalami petuah 'learn to rest not to quit'. Selain itu saya juga menyukai desain sampulnya yang simpel, tetapi tetap berkesan apalagi ada gambar bunga mataharinya, hehe. Menurut saya isi buku ini cukup menarik tetapi tidak keseluruhan. Beberapa tulisan membuat saya menggut-manggut tak lupa ditempeli sticky notes biar gampang kalau nyari lagi, beberapa lainnya biasa saja (bukan sebab kurang berkesan, tetapi mungkin karena sudah pernah membaca tema itu sebelumnya). Panjang tulisan esainya pun beragam. Ada yang sampai beberapa halaman. Ada yang cuma satu kalimat. Ada yang berisi pengalaman pribadi, ada yang berisi nasihat-nasihat, dll.

Drama Buku

pexels.com/Min An

“Ihhh bete deh...” teriak Sasa membuat sahabatnya yang tiduran di kasurnya terbangun.
“Kenapa Sa?”
“Masa ya Ra lagi-lagi aku tertipu sama sampulnya,” umpatnya kesal sambil membanting buku berwana merah muda itu di atas meja belajar, lalu bergabung dengan Ara di tempat tidur.
Ara hanya tersenyum kecut, bukan kali pertama drama ini terjadi. Sasa namanya, sahabat yang dikenalnya sejak awal masuk kuliah. Akhir-akhir ini gadis beralis tebal itu keranjingan membaca buku. Awalnya Ara ikut senang karena dengan begitu curhatan sahabatnya tentang lelaki pemberi harapan palsu itu berkurang. Tapi, sepertinya satu masalah berlalu satu masalah lain datang bertamu. Adegan drama salah beli buku bukan hal baru.
“Nanti sore ke toko buku sebelah yuk.”
“Mau ngapain?”
“Ya beli buku lah Ra, masa beli siomay,” ujarnya kesal.
“Lagi?”
“Mumpung lagi banyak diskon Ra.”
“Kamu mau cari diskonan apa cari buku sih?”
“Cari buku diskonan,” jawab Sasa mantap.
Yang murah belum tentu harus dibeli kali Sa, emang udah tau mau beli buku judul apa?”
“Emmm belum sih,” jawabnya meringis, “tapi kan siapa tahu di sana nemu judul yang cocok.”
“Terus buku-buku yang baru kamu beli kemarin itu mau kamu apain?” tanya Ara sambil menunjuk tumpukan buku baru yang masih tersampul plastik.
“Ya dibaca lah...”
“Kapan?”
“Nanti...”
“Nanti-nanti paling juga ujungnya terlupakan gara-gara kehadiran si buku baru lagi.”
“Hehe tau aja kamu Ra...”
“Kamu mau jadi pembaca buku apa kolektor buku sih?”
“....”
“Sasa sayang, membeli buku itu ibaratnya membeli makanan. Nikmatnya itu saat kamu memakannya. Sama aja seperti kamu membeli buku, harusnya nikmatnya itu saat membacanya. Coba deh, bagaimana perasaan kamu saat melihat orang beli makanan tapi nggak dimakan, dibiarkan aja hingga basi.”
“Tapi kalo bukunya ngebosenin kenapa harus lanjut dibaca?”
“Terus alasan kamu membelinya?”
“Emmm...”
“Kannnn... harusnya setidaknya kamu memiliki minimal tiga alasan mengapa kamu harus beli buku itu. Biar ada greget buat membaca nantinya.”
“Begitu ya...”
“Atau nggak coba deh cari di internet dulu tentang review buku-buku yang bakal kamu beli, setidaknya kamu punya gambaran sebelum memilikinya.”
“Baiklah...”
“Membeli itu berarti bertanggung jawab untuk membacanya. Kecuali kalau memang tujuan kamu untuk hadiah orang lain. Ingat Sa, di luar sana banyak banget orang yang pengen beli buku tapi belum bisa karena faktor dana dan lain-lain. Harusnya kita menghargai buku yang berhasil kita beli.”

Sasa termenung, memang omongan Ara ada benarnya juga. Ia melemparkan pandangan pada tumpukan buku-buku yang tampak lesu. Menantikan jari-jari mungil itu membuka dan mengarungi bait-bait di dalamnya. Wahai buku-bukuku, maafkan aku yang telah menyia-nyiakan kalian.

*Terinspirasi dari postingan @adi_wahyu_adji tentang 9 Tips Beli Buku

Komentar

  1. Saya follow beliau juga di IG dan memang benar sih, sering kali saya juga beli buku dan akhirnya ga kebaca. tapi sekarang alhamdulillah ada Ipusnas, bisa lebih hemat walaupun godaan itu maha besar hiks....
    Anyway saya suka tulisannya mb, fakta ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba mas adji juga banyak kasih tips buat membaca. Beberapa waktu lalu saya juga download ipusnas yeay~

      Hapus
  2. Kemasan pesan dalam ceritanya cantik, suka

    BalasHapus

Posting Komentar

Popular

Asmara Sri Huning Mustika Tuban

Review Novel Antara Cinta dan Ridha Ummi

Ulasan Buku Dokter yang Dirindukan

Belajar Prosa Liris bersama Uncle Ik

Tentang Rara, Tokoh Utama dalam Novel Rumah Tanpa Jendela