Review Buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah

Gambar
  Dalam RCO level ketiga ini, saya memilih membaca buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah karya Geulbaewoo. Ini adalah kali pertama saya baca buku esai terjemahan Korea, rasanya agak aneh awalnya tetapi lama-lama bisa menikmati. Jujur saja saya tertarik untuk membaca bukunya karena judulnya, berharap menemukan vitamin tambahan dalam proses mendalami petuah 'learn to rest not to quit'. Selain itu saya juga menyukai desain sampulnya yang simpel, tetapi tetap berkesan apalagi ada gambar bunga mataharinya, hehe. Menurut saya isi buku ini cukup menarik tetapi tidak keseluruhan. Beberapa tulisan membuat saya menggut-manggut tak lupa ditempeli sticky notes biar gampang kalau nyari lagi, beberapa lainnya biasa saja (bukan sebab kurang berkesan, tetapi mungkin karena sudah pernah membaca tema itu sebelumnya). Panjang tulisan esainya pun beragam. Ada yang sampai beberapa halaman. Ada yang cuma satu kalimat. Ada yang berisi pengalaman pribadi, ada yang berisi nasihat-nasihat, dll.

Putuskanlah




pixabay.com


Tak ada lagi syair yang bisa kutuliskan
Jemari ini membatu tak mau menari lagi
Aku bosan, sepenuhnya bosan
Ingin pergi, rasanya ingin lari

Mimpi-mimpi suram menghantui
Menertawakan bebanku yang kian menumpuk setiap hari
Ha ... Ha ... Ha ... kamu tertinggal
Ha ... Ha ... Ha ... kamu akan gagal

Aku goyah
Haruskah aku menyerah?
Asaku pudar
Haruskah aku berhenti mengejar?

Tapi ... Keretaku telah berjalan sejauh ini
Relakah aku berhenti?
Bimbang pun datang mencengkeram
Tangisku pecah di ujung malam

Hingga datang seekor nyamuk di telingaku
Membisikkan sebuah petuah
Ucapkan kembali tujuanmu
Lalu putuskanlah

#Day32 #ODOPbatch6 #OneDayOnePost

Komentar

Popular

Asmara Sri Huning Mustika Tuban

Review Novel Antara Cinta dan Ridha Ummi

Ulasan Buku Dokter yang Dirindukan

Belajar Prosa Liris bersama Uncle Ik

Tentang Rara, Tokoh Utama dalam Novel Rumah Tanpa Jendela