Review Buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah

Gambar
  Dalam RCO level ketiga ini, saya memilih membaca buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah karya Geulbaewoo. Ini adalah kali pertama saya baca buku esai terjemahan Korea, rasanya agak aneh awalnya tetapi lama-lama bisa menikmati. Jujur saja saya tertarik untuk membaca bukunya karena judulnya, berharap menemukan vitamin tambahan dalam proses mendalami petuah 'learn to rest not to quit'. Selain itu saya juga menyukai desain sampulnya yang simpel, tetapi tetap berkesan apalagi ada gambar bunga mataharinya, hehe. Menurut saya isi buku ini cukup menarik tetapi tidak keseluruhan. Beberapa tulisan membuat saya menggut-manggut tak lupa ditempeli sticky notes biar gampang kalau nyari lagi, beberapa lainnya biasa saja (bukan sebab kurang berkesan, tetapi mungkin karena sudah pernah membaca tema itu sebelumnya). Panjang tulisan esainya pun beragam. Ada yang sampai beberapa halaman. Ada yang cuma satu kalimat. Ada yang berisi pengalaman pribadi, ada yang berisi nasihat-nasihat, dll.

Pertama Kali

           
pexels.com/Moose Photos
Hari ini adalah hari pertama keponakan kecilku berangkat mengaji ke mushola. Hari ini adalah hari pertamaku mendapatkan pembeli dari akun instagram yang sudah lama sepi dan susah payah aku keraskan usaha promosi. Kemarin adalah hari pertama artikelku yang biasa aja berhasil dipublish (meskipun aku tahu itu karena kebaikan mbak-mbak editornya, karena banyak editan sana-sini hehe). Tapi hal itu membuatku bahagia, yes finally I do that.
            Hari pertama, kali pertama, semua orang pasti menemui hal itu dalam hidupnya. Bahagia? Biasanya hal itu muncul, seperti ada kegiranagn kecil yang meluap di dalam hati. Kecewa? Bisa jadi juga, karena meungkin hasil yang dicapai tak sesuai ekspektasi. Lalu aku pun menengok ke belakang, perasaan yang aku alami sebelum melakukan hal “pertama kali”. Was-was, takut, minder takut dikomentari jelek dan lain-lain. Semua menjadi penghambat yang hampir membuatku gagal menaklukkkan “pertama kali”.
            Seorang mentor pernah berkata, “Jangan takut salah dalam belajar, toh jika nanti terjadi kesalahan kita bisa mengambil pelajaran dari hal itu.” Jika kamu tidak melakukan langkah pertama maka perjalananmu tidak akan dimulai-mulai. Kamu tidak akan tahu bahwa setelah itu akan ada kejutan yang luar biasa. Seperti yang dialami si dedek, pulang ngaji Bapak Ibunya bahagia sekali, bahkan tetangga pun ikut terawa bahagia, akhirnya dia melewati masa “pertama kali”.
Lalu apa yang yang lakukan sebelum melakukan “pertama kali”? Persiapan,  ya ia adalah hal penting yang perlu kamu lakukan sebelum melakukan apapun. Seseorang bilang bahwa jika kamu gagal dalam mempersiapkan maka aratinya kamu telah mempersiapkan kegagalan. Terdengar sangat kejam memang, tapi itu benar adanya. Jika saja si dedek tidak mau belajar mengaji di rumah di hari-hari sebelumnya mungkin dia tiak akan mendapat nilai A di hari pertama. Hal sederhana memang, tapi semoga bisa diambil hikmahnya.
Namun jika saja kamu gagal setelah mencobanya, tak apa setidaknya kamu sudah mencobanya. Berbaik sangka saja, masih ada hari esok untuk memperbaikinya. Akibat kegagalan itu kamu jadi tahu apa yang perlu kamu perbaiki. Indah bukan? Lalu kapan kamu memutuskan untuk merealisasikannya?

#Day45 #ODOPbatch6 #OneDayOnePost

Komentar

Popular

Asmara Sri Huning Mustika Tuban

Review Novel Antara Cinta dan Ridha Ummi

Ulasan Buku Dokter yang Dirindukan

Belajar Prosa Liris bersama Uncle Ik

Tentang Rara, Tokoh Utama dalam Novel Rumah Tanpa Jendela