Review Buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah

Gambar
  Dalam RCO level ketiga ini, saya memilih membaca buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah karya Geulbaewoo. Ini adalah kali pertama saya baca buku esai terjemahan Korea, rasanya agak aneh awalnya tetapi lama-lama bisa menikmati. Jujur saja saya tertarik untuk membaca bukunya karena judulnya, berharap menemukan vitamin tambahan dalam proses mendalami petuah 'learn to rest not to quit'. Selain itu saya juga menyukai desain sampulnya yang simpel, tetapi tetap berkesan apalagi ada gambar bunga mataharinya, hehe. Menurut saya isi buku ini cukup menarik tetapi tidak keseluruhan. Beberapa tulisan membuat saya menggut-manggut tak lupa ditempeli sticky notes biar gampang kalau nyari lagi, beberapa lainnya biasa saja (bukan sebab kurang berkesan, tetapi mungkin karena sudah pernah membaca tema itu sebelumnya). Panjang tulisan esainya pun beragam. Ada yang sampai beberapa halaman. Ada yang cuma satu kalimat. Ada yang berisi pengalaman pribadi, ada yang berisi nasihat-nasihat, dll.

Muslimah SummerFest Workshop

          Hari Minggu 21 Oktober 2018 kemarin saya berkesempatan mengikuti acara Muslimah SummerFest Workshop. Kali ini komunitas MuslimaMovement berkolaborasi dengan Muslimah Shine Tuban. Acara yang dikhususkan untuk muslimah ini berlangsung di Kopiboss Cafe, Merakurak Tuban.
            Selain talkshow acara ini dibumbui dengan kegiatan workshop. Open gate dimulai sejak pukul 07.15 . Dengan dress code warna pastel, satu persatu peserta berdatangan menuju lantai 2 cafe yang berlokasi strategis tepat di samping jalan raya. Peserta berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Tuban, ada yang dari Palang, Plumpang, Tambakboyo dan daerah lainnya.
     Salah satu moderator dari acara ini yaitu Mbak Zahrotus Sorayya, founder dari MuslimaMovement. Setelah menonton video pada sesi behaviour moment yang mengusung tema cara waspada saat gempa bumi, para pemateri mulai mengisi acara. Pemateri pertama yaitu Mbak Andita A. Aryoko owner Aryoko Indonesia Publisher. Menurutnya, setiap orang mempunyai potensi unik masing-masing tidak hanya menulis. Oleh karena itu wanita berkacamata ini mengusung materi tentang bagaimana membuat sebuah karya. Judul yang digagas pun cukup menarik yaitu Berawal dari Iman dan Cinta, Berkarya untuk Kebermanfaatan Semesta..
Pemateri kedua yaitu Mbak Mayang Nudya merupakan CEO dari PT Adyatama Optima Consultant. Perusahaan yang didirikannya sendiri itu bergerak di bidang konsultan lingkungan. Dengan penuh energik Mbak Mayang menceritakan tentang perjalannanya dari masa kuliah sampai mendirikan bisnis. Alumni sarjana dan master di bidang Teknik Lingkungan dari Institut Teknologi Sepuluh November ini berbagi banyak tips penting dalam berbisnis.
Setelah coffe break, pemateri terakhir pun mengisi acara. Beliau adalah Ibu Nanik Hariningsih pengusaha wanita asli Tuban yang bergerak di bidang Batik Gedog. Bu Nanik berhasil menjadi role model bagi generasi milenial untuk selalu melestarikan warisan budaya daerah melalui sanggar yang dimilikinya, Melati Mekar Mandiri. Peraih Juara 1 tingkat Jawa Timur tahun 2017 dalam ajang pemilihan wirausaha wanita ini bercerita bahwa modal awal yang dimilikinya berasal dari keuntungan menjual pupuk urea. Dengan uang 500.000 rupiah Bu Nanik merintis usahanya dan berjualan secara door to door. Lika-liku usaha banyak dilalui olehnya, dengan gigih beliau mengumpulkan para pengrajin wanita di daerahnya untuk membuat batik gedok dengan ciri khas batik klasik. Bu Nanik pun memberikan banyak informasi tentang berbagai dinas maupun instansi yang mendukung
UKM, diharapkan para generasi muda tidak gentar untuk berwirausaha.



Setelah acara tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan dengan agenda workshop. Pertama, Mbak Andita memberikan tugas kepada peserta untuk belajar menulis. Tulisan yang dibuatnya berasal dari daftar syukur yang telah ditulisnya ketika acara materi, peserta ditantang untuk menggali potensi dari daftar syukur itu dan menghubungkannya dengan tantangan yang dihadapi di masyarakat saat ini. Setelah menulis minimal satu paragraf, empat peserta diberi kesempatan untuk mempresentasikan apa yang ditulisnya. Sebagai hadiah Mbak Andita memberikan hadiah buku yang ukup menarik.
Workshop selanjutnya yaitu diberikan oleh Mbak Mayang, setiap peserta memperolah satu lembar kertas Business Model Canvas. Peserta diminta untuk membuat judul bisnis yang ingin digeluti. Setelah itu Mbak Mayang menjelaskan tentang bagaimana cara mengisi tiap bagannya kemudian menuliskan sesuai dengan bisnis yang telah diambil. Sejumlah peserta terpilih pun mempresentasikan rencana bisnis masing-masing.
Workshop terakhir dibimbing oleh Bu Nanik. Tidak tanggung-tanggung beliau menyiapkan sejumlah alat untuk membatik. Setelah menggambar pola di atas kain yang telah disiapkan, peserta belajar menggunakan canting. Sejumlah malam dilelehkan di atas wajan kecil dengan kompor sebagai pemanasnya.
Setelah penyerahan tanda terima kasih kepada pemateri, sejumlah peserta yang aktif bertanya pun menerima hadiah. Dengan bacaan hamdalah akhirnya acara yang cukup menyenangkan itu ditutup. Harapannya muslimah Tuban dapat memperoleh ilmu yang dan pengalaman yang bermanfaat dari acara tersebut. Terima kasih kepada panitia yang sudah mempersiapkan acara ini, tak lupa ucapan yang sama saya berikan kepada para sponsor yang sudah mensupport. Semoga di Tuban semakin sering diadakan acara yang kece seperti ini ya.


 #Day50 #ODOPbatch6 #OneDayOnePost

Komentar

Popular

Asmara Sri Huning Mustika Tuban

Review Novel Antara Cinta dan Ridha Ummi

Ulasan Buku Dokter yang Dirindukan

Belajar Prosa Liris bersama Uncle Ik

Tentang Rara, Tokoh Utama dalam Novel Rumah Tanpa Jendela