Review Buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah

Gambar
  Dalam RCO level ketiga ini, saya memilih membaca buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah karya Geulbaewoo. Ini adalah kali pertama saya baca buku esai terjemahan Korea, rasanya agak aneh awalnya tetapi lama-lama bisa menikmati. Jujur saja saya tertarik untuk membaca bukunya karena judulnya, berharap menemukan vitamin tambahan dalam proses mendalami petuah 'learn to rest not to quit'. Selain itu saya juga menyukai desain sampulnya yang simpel, tetapi tetap berkesan apalagi ada gambar bunga mataharinya, hehe. Menurut saya isi buku ini cukup menarik tetapi tidak keseluruhan. Beberapa tulisan membuat saya menggut-manggut tak lupa ditempeli sticky notes biar gampang kalau nyari lagi, beberapa lainnya biasa saja (bukan sebab kurang berkesan, tetapi mungkin karena sudah pernah membaca tema itu sebelumnya). Panjang tulisan esainya pun beragam. Ada yang sampai beberapa halaman. Ada yang cuma satu kalimat. Ada yang berisi pengalaman pribadi, ada yang berisi nasihat-nasihat, dll.

Lega tapi Gulana

pixabay.com

Awal ku bertemu denganmu
Wajah penuh tanya kau pasang untukku
Kita yang terasing
Dari hiruk pikuk kota yang bising

Matahari terbit hingga terbenam
Terasa lambat mencemaskan
Kita mulai bercengkrama
Mengenali pulau tanpa nama

Satu demi satu titah raja
Memaksa kita untuk berkarya
Demi akhir sebagai pemenang 
Jungkir balik kita berjuang

Ah
Saat kutulis ini entah mengapa aku tersipu
Aku dan kamu
Telah menjadi kita yang menyatu

Bergandengan kita menyeberang sungai
Berpelukan saat badai
Berharap satu dari kita tidak lalai
Manganyam mimpi yang membuai

Lalu
Tiba suatu masa ratu angkat bicara
Sudah waktunya kita kembali ke pelukan ibu
Meninggalkan pulau yang ternyata mempesona

Harusnya aku lega
Tak ada lagi hari khawatir bencana
Namun ternyata aku gulana
Meninggalkan rumah yang kita bangun bersama

Kawan
Bila nanti di kota aku bersua denganmu
Bolehkah aku menyapamu sebagai teman?
Aku takut kamu berpura-pura tak mengenalku

Lembut jarimu membisikiku
Bahwa kita sama seperti dulu
Menjadi kita yang merangkai asa
Di manapun itu tempatnya 

Jiwaku pun tentram
Tak ada lagi kesedihan 
Kini sebait kalimat maaf ingin ku sampaikan
Bila saja lidahku tak sengaja berulah tajam

#Day58 #ODOPbatch6 #OneDayOnePost 

Komentar

Popular

Asmara Sri Huning Mustika Tuban

Review Novel Antara Cinta dan Ridha Ummi

Ulasan Buku Dokter yang Dirindukan

Belajar Prosa Liris bersama Uncle Ik

Tentang Rara, Tokoh Utama dalam Novel Rumah Tanpa Jendela