Review Buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah

Gambar
  Dalam RCO level ketiga ini, saya memilih membaca buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah karya Geulbaewoo. Ini adalah kali pertama saya baca buku esai terjemahan Korea, rasanya agak aneh awalnya tetapi lama-lama bisa menikmati. Jujur saja saya tertarik untuk membaca bukunya karena judulnya, berharap menemukan vitamin tambahan dalam proses mendalami petuah 'learn to rest not to quit'. Selain itu saya juga menyukai desain sampulnya yang simpel, tetapi tetap berkesan apalagi ada gambar bunga mataharinya, hehe. Menurut saya isi buku ini cukup menarik tetapi tidak keseluruhan. Beberapa tulisan membuat saya menggut-manggut tak lupa ditempeli sticky notes biar gampang kalau nyari lagi, beberapa lainnya biasa saja (bukan sebab kurang berkesan, tetapi mungkin karena sudah pernah membaca tema itu sebelumnya). Panjang tulisan esainya pun beragam. Ada yang sampai beberapa halaman. Ada yang cuma satu kalimat. Ada yang berisi pengalaman pribadi, ada yang berisi nasihat-nasihat, dll.

Karakter Tulisan

         
rawpixel.com
Malam ini salah seorang teman dalam grup kepenulisan dengan lapang hati berbagi ilmunya kepada kami. Dia adalah seorang penulis dengan beberapa buku solo yang sudah terbit. Penulis yang rendah hati, begitu saya menyebutnya. Bagaimana tidak, dia masih mau mengikuti kelas penulis pemula padahal tulisannya sudah luar biasa. Dia pun dengan senang hati membagi ilmu dan pengalamannya tentang proses menulis kepada kami secara cuma-cuma. Tidak hanya sekali tapi berkali-kali. Tidak menggurui tapi berbagi sekaligus menyemangati.
            Yang jadi topik pembahasan malam ini adalah tentang penerbit mayor. Wah menarik sekali, apalagi bagi saya yang menggebu-gebu ingin tembus penerbit mayor hehe. Di awal kakak yang baik hati tersebut mengatakan bahwa penerbit mayor adalah penerbit yang melalui tahap seleksi bagi setiap naskah yang masuk. Dalam sebulan, penerbit mayor hanya menerbitkan 6-10 judul buku per genre. Misalnya penerbit X hanya menerbitkan 6 judul buku genre motivasi Islam dalam sebulan.      
            Penerbit mayor mendapatkan ratusan naskah dalam sebulan dan itu akan diseleksi atau dalam penerbitan dikenal dengan review. Setiap kelayakan naskah dilihat dari ciri khas tulisan atau dikenal karakter tulisan (setiap penulis punya karakter tersendiri dalam menulis), isi tulisan yang berkualitas (ringan, lugas dan nggak membosankan), naskah yang rapi (dilihat dari tulisannya yang benar dalam kaidah EYD). Begitulah pemaparannya, setelah itu dia menjelaskan tentang waktu yang dibutuhkan untuk proses terbitnya buku saat naskah sudah masuk penerbit.
            Luar biasa, terutama bagi saya yang pemula. Yang saya garis bawahi dalam sesi sharing malam ini adalah tentang karakter tulisan. Ketika ada teman yang bertanya tentang ciri khas yang dimaksud seperti apa akhirnya dia memberikan contoh tentang karakter tulisan dari beberapa penulis. Dia menjelaskan bahwa penulis kondang Rifa’i Rif’an memiliki karakter tulisannya dibumbui kisah inspiratif lalu hikmah. Penulis A.K ciri khas tulisannya quote, selain itu juga singkat padat dan jelas. Nasrul Yung setiap akhir tulisan ada caption langkah sederhana. Sedangkan dia mengatakan bahwa tulisannya memiliki karakter setiap di akhir tulisan ada rekap isi tulisan.
            Sejenak saya pun bertanya pada diri sendiri apa karakter tulisan saya?


#Day43 #ODOPbatch6 #OneDayOnePost

Komentar

Popular

Asmara Sri Huning Mustika Tuban

Review Novel Antara Cinta dan Ridha Ummi

Ulasan Buku Dokter yang Dirindukan

Belajar Prosa Liris bersama Uncle Ik

Tentang Rara, Tokoh Utama dalam Novel Rumah Tanpa Jendela