Review Buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah

Gambar
  Dalam RCO level ketiga ini, saya memilih membaca buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah karya Geulbaewoo. Ini adalah kali pertama saya baca buku esai terjemahan Korea, rasanya agak aneh awalnya tetapi lama-lama bisa menikmati. Jujur saja saya tertarik untuk membaca bukunya karena judulnya, berharap menemukan vitamin tambahan dalam proses mendalami petuah 'learn to rest not to quit'. Selain itu saya juga menyukai desain sampulnya yang simpel, tetapi tetap berkesan apalagi ada gambar bunga mataharinya, hehe. Menurut saya isi buku ini cukup menarik tetapi tidak keseluruhan. Beberapa tulisan membuat saya menggut-manggut tak lupa ditempeli sticky notes biar gampang kalau nyari lagi, beberapa lainnya biasa saja (bukan sebab kurang berkesan, tetapi mungkin karena sudah pernah membaca tema itu sebelumnya). Panjang tulisan esainya pun beragam. Ada yang sampai beberapa halaman. Ada yang cuma satu kalimat. Ada yang berisi pengalaman pribadi, ada yang berisi nasihat-nasihat, dll.

Perpisahan


          
pexels.com/Garon Piceli

         Pada bait-bait malam yang sulit dieja
Pikirku  bekerja keras membuatnya tak ada
Mencoba menahannya sekuat tenaga
Meski akhirnya sia-sia

Hati kecilku bertanya
Mengapa bahagia ini tak selamanya
Mengapa waktu terakhir harus menyapa
Saat bungaku sedang mekar-mekarnya

Namun
Memang begitu aturan hidup bukan?
Ada ujung di setiap perjalanan
Ada perpisahan di setiap pertemuan

Seperti saat aku menyukai matahari
Aku pun harus tetap bertemu dengan bulan
Meski ku telah jatuh cinta dengan pertemuan ini
Aku pun harus menalan pahitnya perpisahan

#Day52 #ODOPbatch6 #OneDayOnePost

Komentar

Posting Komentar

Popular

Asmara Sri Huning Mustika Tuban

Review Novel Antara Cinta dan Ridha Ummi

Ulasan Buku Dokter yang Dirindukan

Belajar Prosa Liris bersama Uncle Ik

Tentang Rara, Tokoh Utama dalam Novel Rumah Tanpa Jendela