Review Buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah

Gambar
  Dalam RCO level ketiga ini, saya memilih membaca buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah karya Geulbaewoo. Ini adalah kali pertama saya baca buku esai terjemahan Korea, rasanya agak aneh awalnya tetapi lama-lama bisa menikmati. Jujur saja saya tertarik untuk membaca bukunya karena judulnya, berharap menemukan vitamin tambahan dalam proses mendalami petuah 'learn to rest not to quit'. Selain itu saya juga menyukai desain sampulnya yang simpel, tetapi tetap berkesan apalagi ada gambar bunga mataharinya, hehe. Menurut saya isi buku ini cukup menarik tetapi tidak keseluruhan. Beberapa tulisan membuat saya menggut-manggut tak lupa ditempeli sticky notes biar gampang kalau nyari lagi, beberapa lainnya biasa saja (bukan sebab kurang berkesan, tetapi mungkin karena sudah pernah membaca tema itu sebelumnya). Panjang tulisan esainya pun beragam. Ada yang sampai beberapa halaman. Ada yang cuma satu kalimat. Ada yang berisi pengalaman pribadi, ada yang berisi nasihat-nasihat, dll.

Daun Kelor, Kecil Bentuknya Besar Manfaatnya

     Sejak tinggal serumah dengan kakak, ibu saya sering mendapatkan hadiah daun kelor dari besannya yang kebetulan tinggal lima langkah dari rumah. Biasanya Ibu memasakknya jadi sayur bening. Awalnya saya ragu untuk ikut memakannya, karena memang belum tahu rasanya. Namun setelah satu suapan pertama, saya langsung jatuh hati dengan sayur berdaun mungil ini. Bahkan tanpa lauk pun saya bisa tambah nasi jika menunya adalah sayur kelor.

Sumber: misionesonline.com


        Sebab sering jadi menu andalan di meja makan, maka perbincangan tentang rahasia si daun kelor menjadi topik yang menyenangkan. Kakak bilang daun kelor itu banyak nutrisinya. Bahkan mengalahkan nutrisi makanan lainnya. Karena penasaran akhirnya saya browsing tentang kebenaran informasi tersebut. Kabar baiknya saya menemukan berita yang mengundang decak kagum. Di bawah ini adalah gambar perbandingan nutrisi daun kelor segar dan serbuk, dengan beberapa sumber nutrisi lainnya, menakjubkan bukan?

Sumber: Hakim Bey, All Think Moringa, 2010

         Dengan nutrisi yang begitu melimpah, daun kelor pun memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Berikut beberapa manfaat dari daun kelor yang saya peroleh dari ebook Kelor Super Nutrisi karya A Dudi Krisnadi:
 Sebagai sumber antioksidan

o   Daun kelor kaya akan kandungan β-karoten, protein, vitamin C, kalsium dan kalium. Selain itu daun kelor menjadi sumber makanan yang baik sebagai antioksidan alami, karena adanya berbagai jenis senyawa antioksidan seperti asam askorbat, lavonoid, fenolat dan karotenoid.

·         Sebagai antibakteri dan antijamur
o   Penelitian yang dilakukan oleh Dahot (1998) melaporkan bahwa dalam ekstrak daun kelor mengandung protein dengan berat molekul rendah yang mempunyai aktivitas antibakteri dan antijamur.
·         Kaya akan vitamin
o   Dalam buku berjudul “The Miracle Tree: The Multiple Attributes of Moringa”, dinyatakan bahwa daun Kelor ternyata mengandung vitamin A, vitamin C, Vit B, kalsium, kalium, besi, dan protein, dalam jumlah sangat tinggi yang mudah dicerna dan diasimilasi oleh tubuh manusia
·         Sebagai anti-inflamasi
o   Kelor mengandung asam caffeoylquinic dan kaempferol. Asam caffeoylquinic menunjukan aktivitas anti-inflamasi signifikan dan kaempferol terbukti mendorong pertumbuhan sel sehat dan fungsi sel. Daun kelor mengandung 0,5 sampai 1% asam caffeoylquinic.
·         Menurunkan kadar kolesterol jahat
o   Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Ethnopharmacology pada tahun 2000 menunjukkan bahwa penurunan yang signifikan dalam kadar kolesterol jahat pada tikus di laboratorium, terjadi saat serbuk kelor ditambahkan kedalam makanan normal mereka sehari-hari. Percobaan ini memperbandingkan dampak pada tikus yang diberi diet tinggi lemak serta diet standar, hasilnya menunjukan pemberian daun kelor berdampak sangat nyata pada menurunnya kadar kolesterol secara keseluruhan.  Kelompok kontrol juga diberi diet normal dan tinggi lemak, namun tidak menunjukkan pengurangan LDL dalam serum darah tikus tersebut. Hasil ini memberikan bukti konkret untuk membenarkan klaim yang dibuat oleh tenaga medis Ayurvedic selama berabad-abad, yang menyatakan bahwa daun kelor menawarkan perlindungan terukur terhadap penumpukan kolesterol jahat dalam darah.
·         Memperbaiki fungsi ginjal
o   Kelor mengandung zat kimia tertentu, seperti alkalid moringin, zat moringinan dan zat pterigospermin. Banyak penelitian menunjukan bahwa kelor efektif untuk menghancurkan batu yang mengendap dalam ginjal. Sebagai obat untuk mengatasi masalah ginjal, kelor dapat meningkatkan volume urine, menyembuhkan penyakit pada saluran pencernaan dan dapat menghilangkan batu di kandung kemih. Cara menggunakan daun kelor untuk menyembuhkan penyakit ginjal sangat sederhana, konsumsi sayuran daun kelor rutin setiap hari selama satu bulan, dan batu ginjal akan cepat keluar sewaktu buang air kecil. 
·         Meningkatkan ASI
o   Daun kelor meningkatkan efek laktasi yang dibuktikan dengan peningkatan yang lebih besar dalam kadar prolaktin serum ibu. Prolaktin merupakan hormon yang paling penting dalam inisiasi laktasi. Serbuk daun kelor adalah galactagogues (ramuan yang meningkatkan volume dan memperlancar aliran ASI) yang efektif .
·         Sebagai anti aging
o   Kelor mengandung sitokinin (hormon alami yang menginduksi pembelahan sel, pertumbuhan, dan penundaan penuaan sel). Studi klinis telah menunjukkan sitokinin  menghasilkan sifat anti-penuaan pada manusia. Dengan adanya sitokinin sel-sel kulit baru tumbuh lebih cepat daripada sel-sel yang lebih tua mati. Hal ini mengakibatkan pengurangan kerutan pada wajah dan bagian lain dari tubuh.

Sumber: Cookpad.com
     Setelah mengetahui banyaknya manfaat yang bisa diperoleh, saya pun semakin semangat untuk mengkonsumsi daun kelor. Selain dapat diperoleh dengan mudah dan harga yang terjangkau, rasa dari daun kelor ketika dimasak jadi sayuran sungguh lezat. Hal ini tentu saja membuat saya bisa tergabung menjadi #generasimakansayurdanbuah untuk kehidupan yang lebih baik.

#cappanahmerah
#gobion2018
#generasimakansayurdanbuah
Artikel ini diikutsertakan dalam lomba gobion2018 PT East Seed Indonesia.
http://www.pnahmerah.id/
Link info lomba:
https://twitter.com/CapPanahMerah/status/1036934509369778177?s=19 

#ODOP6 #Tantangan7 #nonfiksi


Komentar

Popular

Asmara Sri Huning Mustika Tuban

Review Novel Antara Cinta dan Ridha Ummi

Ulasan Buku Dokter yang Dirindukan

Belajar Prosa Liris bersama Uncle Ik

Tentang Rara, Tokoh Utama dalam Novel Rumah Tanpa Jendela