Review Buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah

Gambar
  Dalam RCO level ketiga ini, saya memilih membaca buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah karya Geulbaewoo. Ini adalah kali pertama saya baca buku esai terjemahan Korea, rasanya agak aneh awalnya tetapi lama-lama bisa menikmati. Jujur saja saya tertarik untuk membaca bukunya karena judulnya, berharap menemukan vitamin tambahan dalam proses mendalami petuah 'learn to rest not to quit'. Selain itu saya juga menyukai desain sampulnya yang simpel, tetapi tetap berkesan apalagi ada gambar bunga mataharinya, hehe. Menurut saya isi buku ini cukup menarik tetapi tidak keseluruhan. Beberapa tulisan membuat saya menggut-manggut tak lupa ditempeli sticky notes biar gampang kalau nyari lagi, beberapa lainnya biasa saja (bukan sebab kurang berkesan, tetapi mungkin karena sudah pernah membaca tema itu sebelumnya). Panjang tulisan esainya pun beragam. Ada yang sampai beberapa halaman. Ada yang cuma satu kalimat. Ada yang berisi pengalaman pribadi, ada yang berisi nasihat-nasihat, dll.

Biografi Asma Nadia

instagram.com/asmanadia
Kehidupan Pribadi
       Asma Nadia memiliki nama asli Asmarani Rosalba. Lahir di Jakarta 26 Maret 1972 dari pasangan Amin Usman dan Maria Eri Susanti yang merupakan seorang mualaf berdarah Tionghoa. Asma Nadia memiliki seorang kakak perempuan bernama Helvy Tiana Rosa, ia juga memiliki adik laki-laki bernama Aeron Tomino. Asma Nadia menikah dengan pria bernama Isa Alamsyah pada tahun 1995. Dari pernikahannya tersebut, Asma Nadia dikaruniai dua orang anak bernama Eva Maria Putri Salsabila dan Adam Putra Firdaus. 

Riwayat Pendidikan
          Asma Nadia diketahui dari masa remajanya yang dihabiskan dengan bersekolah di SMA Budi Utomo. Ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi ke Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor. Namun, kondisi yang kurang menguntungkan harus membuat langkah Asma berhenti untuk menimba ilmu di perguruan tinggi. Sakit yang kala itu diderita tidak memungkinkan baginya untuk melanjutkan kuliah.

Prestasi
Derai Sunyi terpilih sebagai novel terpuji Majelis Sastra Asia tenggara 2005. Istana Kedua (Surga yang Tak dirindukan) terpilih sebagai novel terbaik IBF 2008. Cerpennya terpilih sebagai cerpen terbaik majalah Annida, 1994-1995. Naskah drama Preh terpilih sebagai naskah terbaik Lokakarya Perempuan Penulis Naskah Drama yang diadakan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dan FIB.
Rembulan di Mata Ibu mendapat penghargaan buku remaja terbaik, 2001. la juga mendapat Anugerah Adikarya IKAPI sebagai pemenang Pengarang Fiksi Remaja Terbaik, 2001, 2002, dan 2005. Pada 2011, Asma Nadia dinobatkan sebagai tokoh Perbukuan Islam IKAPI
Beberapa buku, novel, dan cerpennya diangkat ke layar lebar atau sinetron dan mendapat sambutan yang luas. Film Surga yang Tak Dirindukan (SYTD) meraih predikat film terlaris tahun 2015 dan meraih dua penghargaan di Festival Film Bandung 2015 serta enam penghargaan dalam Indonesia Box Office Movie Awards (IBOMA), dengan salah satu kategori Film Box Office Terlaris.
Novel Assalamualaikum Beijing, masuk dalam top 10 film terlaris 2014 dan diputar di Okinawa International Film Festival, Jepang, 2015. Umi Aminah (diadaptasi dari 17 Catatan Hati Ummi) tercatat sebagai salah satu film religius kolosal, 2012. Rumah Tanpa Jendela mengantarkan pemeran utamanya meraih penghargaan Piala Citra. Emak Ingin Naik Haji meraih lima penghargaan di Festival Film Bandung 2009 dan diputar pada festival film di International Writing Program, lowa Amerika.
Pada tahun 2016, tiga karyanya diangkat ke layar lebar. Pesantren Impian dan Jilbab Traveler-Love Sparks in Korea menyusul Cinta Laki-Laki Biasa. Tahun 2017, film Surgo yang Tak Dirindukan 2 diangkat ke layar lebar, tayang di Indonesia dan Malaysia, dan menjadi salah satu film Box Office.
Karya Tokoh Perubahan Republika 2010 ini diangkat dalam Film Televisi (FTV) dan diadaptasi ke dalam sinetron, yaitu Aisyah Putri-Jilbab in Love, Cataton Hati Seorang Istri (CHSI), Sakinah Bersamamu, dan Catatan Hati Seorang Istri Season 2.
Komunitas internasional juga mengakui kiprah Asma Nadia. Sang penulis tercatat sebagai satu dari 500 muslim paling berpengaruh di dunia 2013, 2014, 2015, 2016. Diundang menjadi penulis tamu selama 6 bulan dalam program writers in residence yang diselenggarakan Korean Literature Translation Institute (KLTI), 2006. Dua minggu sebagai penulis tamu Le Chateau de Lavigny di Geneva-Swiss, 2009. Selama sebulan tinggal dalam program writers in residence di Can Serrat-Spanyol, 2011. Serta terpilih sebagai peserta International Writing Program (IWP) di lowa - Amerika selama 3 bulan. Terakhir diundang sebagai visitor writer selama sebulan di Hong Kong Baptist University.
Sebagai public speaker dan motivator, Asma Nadia sudah berbicara di hadapan lebih dari satu juta audience. la kerap memberikan workshop dan dialog kepenulisan ke berbagai pelosok tanah air, hingga lima benua. Antara lain di kota di Jepang (Tokyo, Kyoto, Nagoya, Fukuoka), dan beberapa kota di benua Eropa (Roma, Jenewa, Berlin, Manchester, Newcastle Wina, Paris, Moscow) hingga ke Benua Australia, Amerika, dan Afrika.
Perempuan yang dinobatkan sebagai Sahabat Badan Narkotika Nasional 2015 ini cukup eksis di media sosial. Fanbase di fanpage Facebook mencapai lebih dari 3 juta likers dan follower di Twitter mencapai 678 ribu dan Instagram 644 ribu follower. la dinobatkan sebagai salah satu tokoh kebanggaan Indonesia versi Yahoo 2013, dan terpilih sebagai penulis fiksi terfavorit Goodreads Indonesia 2011.
Peraih penghargaan Tupperware She Can 2011 dan Wanita Inspirasi Wardah ini di tengah kesibukannya, bersama para relawan menggagas RumahBaca AsmaNadia, perpustakaan gratis bagi dhuafa. Kini telah berdiri 219 perpustakaan yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Irian Jaya, sampai Hong Kong. Ia bersama suaminya juga membangun grup Komunitas Bisa Menulis (KBM) yang kini beranggotakan lebih dari 160.000 orang.
Sejak 2009, dia menjadi CEO AsmaNadia Publishing House yang telah menerbitkan buku-buku best seller. Writerpreneur ini juga menerbitkan line busana Jilbab Traveler by Asma Nadia (IG @jtbyasmanadia) dan tas ransel, serta perlengkapan travel berlabel Asma Nadia. Asma Nadia kini juga dikenal sebagai Jilbab Traveler. Sudah lebih dari 60 negara dan 324 kota dikunjungi.
Demikian biografi dari Asma Nadia. Semoga bisa memberikan energi positif untuk terus menulis dan berprestasi. Semoga bermanfaat.

Sumber:
1.      Nadia, Asma. 2017. Cinta Dua Kodi. Depok: AsmaNadia Publishing House.
2.      Wink. 2017. Biografi dan Profil Asma Nadia – Penulis Novl dan Cerpen Indonesia. https://www.biografiku.com/biografi-dan-profil-asma-nadia-penulis-novel-dan-cerpen-indonesia/. (diakses 14 Oktober 2018)
3.      Instagram.com/@asmanadia



#TantanganODOP5 #OneDayOnePost #ODOPbatch6 #nonfiksi

Komentar

Popular

Asmara Sri Huning Mustika Tuban

Review Novel Antara Cinta dan Ridha Ummi

Ulasan Buku Dokter yang Dirindukan

Belajar Prosa Liris bersama Uncle Ik

Tentang Rara, Tokoh Utama dalam Novel Rumah Tanpa Jendela