Review Buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah

Gambar
  Dalam RCO level ketiga ini, saya memilih membaca buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah karya Geulbaewoo. Ini adalah kali pertama saya baca buku esai terjemahan Korea, rasanya agak aneh awalnya tetapi lama-lama bisa menikmati. Jujur saja saya tertarik untuk membaca bukunya karena judulnya, berharap menemukan vitamin tambahan dalam proses mendalami petuah 'learn to rest not to quit'. Selain itu saya juga menyukai desain sampulnya yang simpel, tetapi tetap berkesan apalagi ada gambar bunga mataharinya, hehe. Menurut saya isi buku ini cukup menarik tetapi tidak keseluruhan. Beberapa tulisan membuat saya menggut-manggut tak lupa ditempeli sticky notes biar gampang kalau nyari lagi, beberapa lainnya biasa saja (bukan sebab kurang berkesan, tetapi mungkin karena sudah pernah membaca tema itu sebelumnya). Panjang tulisan esainya pun beragam. Ada yang sampai beberapa halaman. Ada yang cuma satu kalimat. Ada yang berisi pengalaman pribadi, ada yang berisi nasihat-nasihat, dll.

Berbuat Baik

       
rawpixel.com
Hari ini seorang teman kala putih abu-abu dulu menghubungiku, menanyakan kabarku dan kujawab baik. Meski tersendat, komunikasi kami masih berjalan. Barusan tiba-tiba saja dia bilang.
Aku kadang mikir si.. kalo aku dulu sekolah ga kamu bantu mungkin aku ga bakal  kayak gini.
Aku langsung terdiam sejenak, sepertinya aku tak pernah memberikan bantuan apa-apa ke dia dulu. Dia pun melanjutkan pesaanya.
            “Mungkin kamu engga sadar si.. cuman aku ngerasa bener2 kamu peduliian aja dulu.. kadang aku ga bisa juga kamu ajarin...
            Hah? Sepertinya itu bukan aku deh, karena aku orang yang tipenya bodo amat dulu pas jaman sekolah (tapi  baik kok hehe). Jadi aku merasa heran saat dia bilang demikian. Apalagi dia adalah orang yang terbilang cerdas di kelas, pengetahuannya luas kadang membuatku bete juga karena kalo adu argumen jago banget. Endingnya pasti aku kalah, kalaupun menang itu pun karena dia yang mengalah. Karena dia terus ngeyel bahwa aku dulu sering bantu dia, akhirnya aku menyerah mungkin itu kebaikan kecil yang tak sengaja diberikan ke orang lain tanpa disadari.
            Ingatan tentang masa kuliah pun datang menghampiri. Ya, aku pernah merasakan hal yang sama. Mungkin aku tidak akan bisa lulus jika aku tak mempunyai teman yang sungguh baik hatinya. Dia selalu membantuku terutama saat mata kuliah yang aku benar-benar lemah. Tanpa sadar aku mengambil pelajaran malam ini.
“Berbuat baiklah selagi mampu, karena kamu tidak akan pernah tahu kapan kamu butuh kebaikan orang lain.”
Berbuat baiklah, mungkin itu buah kebaiakan yang kulakukan secara tak sengaja. Meskipun yang pasti hal itu terjadi karena kuasa Allah yang diperkuat dengan doa-doa Ibu agar proses pendidikanku dilancarkan. Berbuat baiklah, bisa jadi oarng lain akan sangat bersyukur akan bantuanmu yang tak seberapa. Kamu mungkin tak bisa merubah hidupnya menjadi lebih indah, tapi setidaknya kamu memberinya sedikit harapan untuknya menjadi lebih baik.
Selain itu, saat ada orang lain yang berbuat kebaikan padamu jika tak bisa kamu balas kebaikannya mnimal doakan dia. Doakan supaya Yang Maha Segala membalas kebaikannya. Mereka dimudahkan, itu yang saya pelajari saat lulus kuliah. Teman-temanku yang baik hatinya dilancarkan jalannya meraih impiannya. Mungkin itu buah atas kebaikannya yang telah diberikan kepadaku. Semangat menebar kebaikan ya dear...



#Day46 #ODOPbatc6 #OneDayOnePost

Komentar

Popular

Asmara Sri Huning Mustika Tuban

Review Novel Antara Cinta dan Ridha Ummi

Ulasan Buku Dokter yang Dirindukan

Belajar Prosa Liris bersama Uncle Ik

Tentang Rara, Tokoh Utama dalam Novel Rumah Tanpa Jendela