Review Buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah

Gambar
  Dalam RCO level ketiga ini, saya memilih membaca buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah karya Geulbaewoo. Ini adalah kali pertama saya baca buku esai terjemahan Korea, rasanya agak aneh awalnya tetapi lama-lama bisa menikmati. Jujur saja saya tertarik untuk membaca bukunya karena judulnya, berharap menemukan vitamin tambahan dalam proses mendalami petuah 'learn to rest not to quit'. Selain itu saya juga menyukai desain sampulnya yang simpel, tetapi tetap berkesan apalagi ada gambar bunga mataharinya, hehe. Menurut saya isi buku ini cukup menarik tetapi tidak keseluruhan. Beberapa tulisan membuat saya menggut-manggut tak lupa ditempeli sticky notes biar gampang kalau nyari lagi, beberapa lainnya biasa saja (bukan sebab kurang berkesan, tetapi mungkin karena sudah pernah membaca tema itu sebelumnya). Panjang tulisan esainya pun beragam. Ada yang sampai beberapa halaman. Ada yang cuma satu kalimat. Ada yang berisi pengalaman pribadi, ada yang berisi nasihat-nasihat, dll.

3 Hal yang Jangan Salah Pilih

         
pixabay.com
 Kemarin lusa saya mencoba mengobrak-abrik koleksi buku di almari. Akhirnya mata saya tertuju pada sebuah buku yang bersampul ungu. Buku lama, sudah terbit dari tahun 2014. Ketika saya ingat-ingat sepertinya saya membelinya pas awal-awal kuliah. Akhirnya buku tersebut menjadi pilihan buku hari Rabu. Dengan jumlah halaman 220 buku berjudul Salah Jurusan karya Rusydan Ubaidi Hamdani berhasil saya selesaikan dalam sehari. Sebenarnya ada banyak hal menarik yang diceritakan di dalamnya, namun yang ingin saya bagi di sini adalah pada bagian 3 Hal yang Jangan Sampai Salah Pilih.
            Menurut penulis, ada 3 hal yang perlu diwaspadai agar tidak salah pilih. Karena jika itu terjadi maka bisa membuat kita merasa tidak nyaman. 3 hal tersebut antara lain:
1.      Salah Pilih Jurusan
Bagi siswa yang baru masuk SMK pasti dihadapkan dengan banyak jurusan ketika mengisi formulir pendaftaran. Siswa SMA pun masih dihadapkan dengan pilihan tersebut meskipun pilihan yang tersedia lebih global. Apalagi bagi yang baru mau masuk kuliah, kegalauan memilih jurusan yang beraneka ragam sudah biasa terjadi.
Nah dalam buku yang saya baca, Kang Udan lebih menekankan untuk tidak salah pilih jurusan ketika kuliah. Alasannya adalah rata waktu kuliah yang dibutuhkan untuk kuliah berkisar antara 3.5 sampai 5 tahun, disesuaikan dengan strata yang diambil. Bisa dibayangkan bila dalam jangka waktu tersebut tidak ada sama sekali ketertarikan terhadap jurusan yang dipilih. Tentu saja proses belajar menjadi tidak menyenangkan, bahkan menurut saya pribadi bisa menjadi beban. Nah untuk mengetahui penyebab dan cara pencegahan salah jurusan dijelaskan juga dalam buku, bagi yang penasaran boleh lah dibaca buku terbitan transmedia ini.
2.      Salah Pilih Profesi atau Pekerjaan
Karier yang akan digeluti setelah lulus kuliah memiliki durasi yang lebih panjang lagi. Bisa sampai 30 tahun bahkan lebih karena kita bisa memilih untuk pensiun di usia 60-an. Jika kita memilih pekerjaan yang benar-benar kita sukai maka kita tidak akan terbebani. Kita akan menikmati setiap kewajiban yang harus dilakukan. Bahkan ada yang mengatakan bahwa pekerjaan yang paling menyenangkan adalah hobi yang dibayar. Jadi bijaklah dalam memilih profesi ya gaes.
3.      Salah Pilih Pasangan Hidup
Hal terakhir yaitu tentang pasangan hidup. Menurut Kang Udan, saat memilih pasangan hidup kita harus benar-benar memilih sosok yang tepat. Karena kebersamaan yang bakal dijalani bukan sekedar 4 atau 50 tahun, tapi seumur hidup.
Pasti sangat membahagiakan bukan jika kita berhasil memilih 3 hal tersebut dengan tepat. Bahkan mayoritas setiap orang menginginkannya. Untuk mencapainya, Kang Udan berpesan bahwa pastikan jika setiap pilihan yang akan diambil menjadi hal yang paling sesuai dengan keadaan dan keinginan kita. Semoga bermanfaat.


#Day36 #ODOPbatch6 #OneDayOnePost

Komentar

Popular

Asmara Sri Huning Mustika Tuban

Review Novel Antara Cinta dan Ridha Ummi

Ulasan Buku Dokter yang Dirindukan

Belajar Prosa Liris bersama Uncle Ik

Tentang Rara, Tokoh Utama dalam Novel Rumah Tanpa Jendela