Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Review Buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah

Gambar
  Dalam RCO level ketiga ini, saya memilih membaca buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah karya Geulbaewoo. Ini adalah kali pertama saya baca buku esai terjemahan Korea, rasanya agak aneh awalnya tetapi lama-lama bisa menikmati. Jujur saja saya tertarik untuk membaca bukunya karena judulnya, berharap menemukan vitamin tambahan dalam proses mendalami petuah 'learn to rest not to quit'. Selain itu saya juga menyukai desain sampulnya yang simpel, tetapi tetap berkesan apalagi ada gambar bunga mataharinya, hehe. Menurut saya isi buku ini cukup menarik tetapi tidak keseluruhan. Beberapa tulisan membuat saya menggut-manggut tak lupa ditempeli sticky notes biar gampang kalau nyari lagi, beberapa lainnya biasa saja (bukan sebab kurang berkesan, tetapi mungkin karena sudah pernah membaca tema itu sebelumnya). Panjang tulisan esainya pun beragam. Ada yang sampai beberapa halaman. Ada yang cuma satu kalimat. Ada yang berisi pengalaman pribadi, ada yang berisi nasihat-nasihat, dll.

Lega tapi Gulana

Gambar
pixabay.com Awal ku bertemu denganmu Wajah penuh tanya kau pasang untukku Kita yang terasing Dari hiruk pikuk kota yang bising Matahari terbit hingga terbenam Terasa lambat mencemaskan Kita mulai bercengkrama Mengenali pulau tanpa nama Satu demi satu titah raja Memaksa kita untuk berkarya Demi akhir sebagai pemenang  Jungkir balik kita berjuang Ah Saat kutulis ini entah mengapa aku tersipu Aku dan kamu Telah menjadi kita yang menyatu Bergandengan kita menyeberang sungai Berpelukan saat badai Berharap satu dari kita tidak lalai Manganyam mimpi yang membuai Lalu Tiba suatu masa ratu angkat bicara Sudah waktunya kita kembali ke pelukan ibu Meninggalkan pulau yang ternyata mempesona Harusnya aku lega Tak ada lagi hari khawatir bencana Namun ternyata aku gulana Meninggalkan rumah yang kita bangun bersama Kawan Bila nanti di kota aku bersua denganmu Bolehkah aku menyapamu sebagai teman? Aku takut kamu berpura-

Surat Cinta untuk PJ ODOP 6

Gambar
Tuban, 29 Oktober 2018 Dear PJ ODOP Batch 6         Terima kasih telah bersedia mengorbankan tenaga, waktu, dan pikiran untuk mengurusi kami padahal kesibukan dunia kalian pasti sungguh luar biasa padatnya. Terima kasih telah membersamai, dan memberikan kesempatan untuk bergabung dalam keluarga ODOP. Semoga Allah membalas kebaikan kalian ya.          Saya bersyukur, karena diberi kesempatan untuk bangkit dari kegagalan Rasanya bahagia sekali saat diberikan tiket kedua kalinya untuk masuk ke gerbang istana ODOP yang indah ini. Meskipun saya seperti tak tau cara berterima kasih saja, saya tumpuk hutang yang merajalela setiap minggunya. Saya yang tak pernah muncul di acara kelas grup besar karena jam tidur saya yang absurd. Maaf ya. freestocks.org          Lewat tulisan ini saya juga ingin berterima kasih kepada seorang PJ yang memberikan surat cinta pengeluaran anggota saat berada di batch 4 dulu. Kurang lebih ia berpesan seperti ini, “Ketika kamu merasa kelelahan dal

Daun Kelor, Kecil Bentuknya Besar Manfaatnya

Gambar
     Sejak tinggal serumah dengan kakak, ibu saya sering mendapatkan hadiah daun kelor dari besannya yang kebetulan tinggal lima langkah dari rumah. Biasanya Ibu memasakknya jadi sayur bening. Awalnya saya ragu untuk ikut memakannya, karena memang belum tahu rasanya. Namun setelah satu suapan pertama, saya langsung jatuh hati dengan sayur berdaun mungil ini. Bahkan tanpa lauk pun saya bisa tambah nasi jika menunya adalah sayur kelor. Sumber: misionesonline.com         Sebab sering jadi menu andalan di meja makan, maka perbincangan tentang rahasia si daun kelor menjadi topik yang menyenangkan. Kakak bilang daun kelor itu banyak nutrisinya. Bahkan mengalahkan nutrisi makanan lainnya. Karena penasaran akhirnya saya browsing tentang kebenaran informasi tersebut. Kabar baiknya saya menemukan berita yang mengundang decak kagum. Di bawah ini adalah gambar perbandingan nutrisi daun kelor segar dan serbuk, dengan beberapa sumber nutrisi lainnya, menakjubkan bukan? Sumber

Jadilah Pacarku

Gambar
            pixabay/Bess-Hamiti            Hujan belum juga reda, sepertinya ia ingin balas dendam setelah berbulan-bulan terlambat jatuh ke bumi. Sudah pukul lima sore, aku masih duduk seorang diri di halte bus dekat kampus. Ah, sudah kuduga kebiasaan si bocah gembul itu pasti   ngaret . Tapi untuk saat ini aku memakluminya, dia bilang jas hujannya cuma satu tak tega bila melihatku basah kuyup begitu alasannya.             Aku menengok ke kanan dan ke kiri, berharap ada mamang yang jualan tahu petis keliling untuk mengganjal perutku yang mulai keroncongan. Tidak ada, pasti hujan juga yang jadi alasannya. Tak sengaja aku menangkap sosok gadis yang berlari kecil menuju halte tempatku menunggu. Ia menutup kepalanya dengan map plastik merah. Wajahnya sedikit basah, tapi tak melunturkan parasnya yang ayu.             Mendadak aku jadi salah tingkah, bagaimana tidak, ia adalah gadis yang sudah lama aku kagumi. Namanya Mayang Ayu Sasmitha, bila ada yang menanyakan di mana alam

Si Gadis Ayu

Gambar
          Aku mengenalnya hampir tiga bulan. Gadis ayu berkaca mata yang selalu menunggu di samping gapura setiap pagi. Jika tidak salah tebak mungkin umurnya berkisar 20-an. Tubuhnya mungil bahkan aku tak merasakan berat apapun saat membawanya. Senyum manisnya merekah, bahagianya terlihat membuncah saat aku datang. Hal itu membuatku sangat berharga. Mencintai tugasku untuk mengantarnya.             Hampir lima hari aku tak bertemu lagi dengannya, Bang Jali sakit hingga tak mengajakku keluar sama sekali. Rindu, aku benar-benar rindu. Pada gadis yang sering memakai kerudung ungu. Tak lupa ransel kecil bermotif bunga sakura dan sepatu dengan warna yang senada menjadi teman baiknya. Ah, beruntungnya mereka bisa membersamai si gadis ayu sepanjang hari. Tidak seperti diriku yang hanya bercengkerama dengannya beberapa menit saat pagi.             Aku bersemangat hari ini, kabarnya Bang jali sudah bugar kembali. Tak sabar rasanya untuk bertemu dengan si gadis ayu lagi. Akhirnya aku kelua

Perpisahan

Gambar
           pexels.com/Garon Piceli           Pada bait-bait malam yang sulit dieja Pikirku  bekerja keras membuatnya tak ada Mencoba menahannya sekuat tenaga Meski akhirnya sia-sia Hati kecilku bertanya Mengapa bahagia ini tak selamanya Mengapa waktu terakhir harus menyapa Saat bungaku sedang mekar-mekarnya Namun Memang begitu aturan hidup bukan? Ada ujung di setiap perjalanan Ada perpisahan di setiap pertemuan Seperti saat aku menyukai matahari Aku pun harus tetap bertemu dengan bulan Meski ku telah jatuh cinta dengan pertemuan ini Aku pun harus menalan pahitnya perpisahan #Day52 #ODOPbatch6 #OneDayOnePost

Bukti Cinta

Gambar
pixabay.com/comfreak Ibu, kenapa kau memarahiku? Padahal pensilku hanya jatuh satu Ibu, kenapa kau memarahiku? Padahal yang terluka adalah jariku Ibu, apakah kau tak mencintaiku? Hingga membuatmu marah padaku? Tapi, bolehkah aku bertanya Bu? Apakah marahmu sungguh-sungguh? Saat kau marah kau tetap menyuapiku Saat kau marah kau tetap memandikanku Saat pagi kau marah malamnya kau membelaiku Meski kau marah kau tetap tersenyum padaku Kini aku tumbuh mendewasa dan mulai mengerti Bahwa marahmu bukan marah tanpa arti Kau marah agar tingkahku lebih baik lagi Karena marahmu adalah bukti cinta pada putrimu yang amat kau sayangi #ODOP6 #Tantangan7 #fiksi

Muslimah SummerFest Workshop

Gambar
          Hari Minggu 21 Oktober 2018 kemarin saya berkesempatan mengikuti acara Muslimah SummerFest Workshop. Kali ini komunitas MuslimaMovement berkolaborasi dengan Muslimah Shine Tuban. Acara yang dikhususkan untuk muslimah ini berlangsung di Kopiboss Cafe, Merakurak Tuban.             Selain talkshow acara ini dibumbui dengan kegiatan workshop . Open gate dimulai sejak pukul 07.15 . Dengan dress code warna pastel, satu persatu peserta berdatangan menuju lantai 2 cafe yang berlokasi strategis tepat di samping jalan raya. Peserta berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Tuban, ada yang dari Palang, Plumpang, Tambakboyo dan daerah lainnya.      Salah satu moderator dari acara ini yaitu Mbak Zahrotus Sorayya, founder dari MuslimaMovement. Setelah menonton video pada sesi behaviour moment yang mengusung tema cara waspada saat g empa bumi, para pemateri mulai mengisi acara. Pemateri pertama yaitu Mbak Andita A. Aryoko owner Aryoko Indonesia Publisher. Menurutnya, setiap ora

Kisah di Hari Pertama

Gambar
               “Sayang, apakah masih terasa sakit?”             Istriku hanya menggeliat, tanpa jawaban sepatah kata pun. Sepertinya ia masih ingin beristirahat sepenuhnya hari ini. Kupandangi lecet di tubuhnya, miris sekali. Beberapa bercak lumpur pun mengotori di sana-sini. Kondisiku tak jauh berbeda, hanya saja aku tidak terluka seperti dirinya.             Ia bernama Riri dan aku bernama Nanan, sebuah nama yang kami peroleh dari pangeran kami. Sebenarnya jadi raja pun ia sudah pantas, berkatnya kami terbebas dari ruangan sempit nan pengap itu. Tapi karena ia masih muda, kami memutuskan untuk memanggilnya pangeran. Aku lebih bersyukur lagi karena akhirnya bisa semakin dekat dengan gadis yang hanya bisa kupandangi sejak kami bertemu. Ia pendiam, dengan rupa yang sama persis denganku. Aku tak menyangka, setelah satu minggu berada di rumah baru kami, Riri menerima lamaranku. Sore itu juga, kami mengucap janji sehidup semati. Tanggal 5 Oktober , aku masih mengingat betul ak

Popular

Asmara Sri Huning Mustika Tuban

Review Novel Antara Cinta dan Ridha Ummi

Ulasan Buku Dokter yang Dirindukan

Belajar Prosa Liris bersama Uncle Ik

Tentang Rara, Tokoh Utama dalam Novel Rumah Tanpa Jendela