Review Buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah

Gambar
  Dalam RCO level ketiga ini, saya memilih membaca buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah karya Geulbaewoo. Ini adalah kali pertama saya baca buku esai terjemahan Korea, rasanya agak aneh awalnya tetapi lama-lama bisa menikmati. Jujur saja saya tertarik untuk membaca bukunya karena judulnya, berharap menemukan vitamin tambahan dalam proses mendalami petuah 'learn to rest not to quit'. Selain itu saya juga menyukai desain sampulnya yang simpel, tetapi tetap berkesan apalagi ada gambar bunga mataharinya, hehe. Menurut saya isi buku ini cukup menarik tetapi tidak keseluruhan. Beberapa tulisan membuat saya menggut-manggut tak lupa ditempeli sticky notes biar gampang kalau nyari lagi, beberapa lainnya biasa saja (bukan sebab kurang berkesan, tetapi mungkin karena sudah pernah membaca tema itu sebelumnya). Panjang tulisan esainya pun beragam. Ada yang sampai beberapa halaman. Ada yang cuma satu kalimat. Ada yang berisi pengalaman pribadi, ada yang berisi nasihat-nasihat, dll.

Teman Baru Rezeki Baru

Dulu saya bukan termasuk orang yang pandai bergaul. Seorang sahabat saya bahkan bilang jika saya orangnya cuek ketika pertama kali bertemu orang baru. Namun semenjak jadi anak perantauan, saya mencoba merubah tabiat saya tersebut. Karena saya menyadari ketika jauh dari orang tua, teman-teman barulah yang akan menjadi keluarga kita. Sikap say hai, atau sekedar melempar senyum kepada orang di samping kanan-kiri pun mulai saya lakukan.
Dampak positif atas kebiasaan tersebut pun mulai saya tuai. Salah satunya adalah memiliki sahabat baru dari Samarinda. Singkat cerita kami bertemu di suatu acara seminar bertema muslimah. Saat itu saya berangkat seorang diri, karena teman yang rencananya saya ajak bareng sudah ada acara lain. Di dalam sebuah ruangan kampus bergengsi itu tentu saja saya bertemu banyak teman baru. Namun karena keterbatasan waktu, saya hanya mengenal tiga orang saja yang kini akun media sosialnya masih saya ikuti.
Yang membuat saya geleng-geleng kepala, akhir-akhir ini saya baru menyadari mereka semua adalah orang yang luar biasa. Teman saya yang pertama melanjutkan kuliah dengan beasiswa di Serbia sejak tahun lalu. Teman saya yang kedua memiliki passion menulis yang sangat tinggi, banyak karyanya yang sudah dibukukan sering kali ia menjuarai event menulis. Teman saya yang ketiga adalah yang paling dekat dengan saya. Kami bahkan pernah jalan berdua menelusuri Kota Tua di Jakarta, sebuah tempat yang sangat ingin kukunjungi saat di perantauan dulu. Ia adalah seorang gadis berkerudung lebar yang sangat piawai dalam dunia arsitektur. Gadis yang kini tinggal di Samarinda ini mengajari saya banyak hal, salah satunya adalah tentang online shop.
Berbicara tentang online shop, saya pun mendapatkan keberkahan di sana dari teman-teman baru lainnya. Di acara-acara lainnya saya pun tetap melakukan kebiasaan saya, berkenalan dan menyimpan nomor atau akun media sosialnya. Beruntungnya saya akhir-akhir ini yang menjadi costumer saya adalah teman yang baru kenal tersebut. Sungguh nikmat yang luar biasa bukan.
Dari pengalaman ini saya menyimpulkan bahwa adanya teman baru pun bisa membawa rezeki baru bagi saya. Bukan semata tentang uang, namun juga tentang pengalaman atau informasi lain yang semakin terbuka lebar. Namun, perlu digaris bawahi bahwa kita tetap harus berhati-hati terhadap orang yang baru kita kenal. Kalau saya pribadi, saya lebih nyaman ketika berkenalan dengan orang lain sesama perempuan. Selain itu saya pun akan menjaga diri jika komunikasi di antara kami ada sesuatu yang mencurigakan. Semoga pertemanan kita membawa keberkahan ya.


#Day26 #ODOPbatch6 #OneDayOnePost

Komentar

Popular

Asmara Sri Huning Mustika Tuban

Review Novel Antara Cinta dan Ridha Ummi

Ulasan Buku Dokter yang Dirindukan

Belajar Prosa Liris bersama Uncle Ik

Tentang Rara, Tokoh Utama dalam Novel Rumah Tanpa Jendela