Review Buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah

Gambar
  Dalam RCO level ketiga ini, saya memilih membaca buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah karya Geulbaewoo. Ini adalah kali pertama saya baca buku esai terjemahan Korea, rasanya agak aneh awalnya tetapi lama-lama bisa menikmati. Jujur saja saya tertarik untuk membaca bukunya karena judulnya, berharap menemukan vitamin tambahan dalam proses mendalami petuah 'learn to rest not to quit'. Selain itu saya juga menyukai desain sampulnya yang simpel, tetapi tetap berkesan apalagi ada gambar bunga mataharinya, hehe. Menurut saya isi buku ini cukup menarik tetapi tidak keseluruhan. Beberapa tulisan membuat saya menggut-manggut tak lupa ditempeli sticky notes biar gampang kalau nyari lagi, beberapa lainnya biasa saja (bukan sebab kurang berkesan, tetapi mungkin karena sudah pernah membaca tema itu sebelumnya). Panjang tulisan esainya pun beragam. Ada yang sampai beberapa halaman. Ada yang cuma satu kalimat. Ada yang berisi pengalaman pribadi, ada yang berisi nasihat-nasihat, dll.

Masih Kaku Aja Sih



Seminggu yang lalu saya jalan bareng dengan seorang sahabat. Seperti biasa saat perjalanan pulang kami menghitung pengeluaran masing-masing, untuk memastikan bahwa kami tidak punya hutang satu sama lain. Bukan bermaksud bersikap perhitungan sama sahabat sendiri tapi memang sejak dulu kami punya prinsip seperti itu, lain halnya bila memang salah satu dari kami berniat untuk mentraktir. Di ujung perhitungan ternyata saya memiliki hutang sekian rupiah dengannya. Saat saya bilang bahwa akan membayarnya nanti (karena waktu itu belum ada uang pas) tiba-tiba dia menyeletuk.
“Iya gapapa, masih kaku aja sih,”
Beberapa saat saya terdiam, dia adalah orang kesekian yang melempar kalimat itu kepada saya. Pertama kali kalimat tersebut mendarat ke telinga saya saat kuliah. Awalnya saya bingung dengan arti kalimat itu, apalagi yang mengatakan adalah seorang teman laki-laki. Saya malah berpikir aneh-aneh, apa saya kuper ya? Apa saya nggak asyik ya orangnya? Karena memang saya datang dari kampung jadi ya masih adaptasi gitu di kota orang. Beberapa waktu setelahnya dia pun melemparkan kalimat yang sama. Setelah saya ingat-ingat situasi yang terjadi hampir sama yaitu saya habis merepotkannya. Jadi saya memberikan penafsiran bahwa kalimat itu berarti (udah deh ngga usah sungkan-sungkan sama temen sendiri).
Asumsi saya semakin kuat ketika di lain waktu sahabat saya yang lain dengan senang hati meminjami saya uang untuk membeli barang yang memang harus saya beli, malah dengan senang hati ia memperbolehkan saya mencicilnya tiap bulan. Karena waktu itu jumlah uang yang saya pinjam cukup besar.
“Ihh jadi gaenak masa, maaf yaa.”
“Gapapa, masih kaku aja sih, kan biasanya aku juga ngerpotin kamu,” bugitu kira-kira dialog antara kami.
Lambat laun saya pun setuju untuk menjadi tidak ‘kaku’. Bukan berarti saya setuju untuk menjadi orang yang tidak tahu malu untuk merepotkan orang lain. Tetapi lebih kepada berusaha terbuka terhadap masalah yang tengah kita hadapi terutama dengan sahabat dekat. Berusaha tidak malu untuk meminta bantuan asalkan wajar. Toh jika kita dimintai bantuan oleh sahabat sendiri, pasti merasa senang bukan? jadi seperti dibutuhkan gitu keberadaan kita.
Jadi apakah teman-teman pernah mendengar kalimat, “masih kaku aja sih?”, menurut kalian apa definis kalimat itu?

#Day9 #ODOPbatch6 #OneDayOnePost




Komentar

Popular

Asmara Sri Huning Mustika Tuban

Review Novel Antara Cinta dan Ridha Ummi

Ulasan Buku Dokter yang Dirindukan

Belajar Prosa Liris bersama Uncle Ik

Tentang Rara, Tokoh Utama dalam Novel Rumah Tanpa Jendela