Review Buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah

Gambar
  Dalam RCO level ketiga ini, saya memilih membaca buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah karya Geulbaewoo. Ini adalah kali pertama saya baca buku esai terjemahan Korea, rasanya agak aneh awalnya tetapi lama-lama bisa menikmati. Jujur saja saya tertarik untuk membaca bukunya karena judulnya, berharap menemukan vitamin tambahan dalam proses mendalami petuah 'learn to rest not to quit'. Selain itu saya juga menyukai desain sampulnya yang simpel, tetapi tetap berkesan apalagi ada gambar bunga mataharinya, hehe. Menurut saya isi buku ini cukup menarik tetapi tidak keseluruhan. Beberapa tulisan membuat saya menggut-manggut tak lupa ditempeli sticky notes biar gampang kalau nyari lagi, beberapa lainnya biasa saja (bukan sebab kurang berkesan, tetapi mungkin karena sudah pernah membaca tema itu sebelumnya). Panjang tulisan esainya pun beragam. Ada yang sampai beberapa halaman. Ada yang cuma satu kalimat. Ada yang berisi pengalaman pribadi, ada yang berisi nasihat-nasihat, dll.

Kebiasaan yang Bisa Dicoba Agar Selalu Berpikir Positif

     Pagi ini saya masih melanjutkan mebaca buku Move On dari Pikiran Negatif karya Rahardian Sukma. Nah pada poin terakhir di buku ini sub judul yang diangkat yaitu kebiasaan-kebiasaan agar selalu berpikir positif. Saya akan mencoba membahasnya, semoga bermanfaat.
     Menurut Rahardian Sukma, ada empat cara mudah untuk selalu berpikir positif, antara lain:
1. Sugesti positif
Setiap kali Anda mengawali hari, berdiri di depan cermin, lalu ucapkan sugesti positif untuk diri sendiri.
a. Saya selalu sehat dan bugar
b. Saya adalah magnet uang 
c. Saya punya banyak teman dan disukai mereka
d. ...
     Anda bisa membuat sugesti sesuai keinginan. Dengan memberi sugesti positif pada diriri sendiri, maka Anda akan terheran-heran dengan hasilnya.
     Bicara tentang sugesti saya punya pengalaman, suatu pagi saya disuruh membeli telur di pasar. Jumlah telur yang saya beli setengah kilo. Setelah memebayar, saya menenteng plastik yang berisi telur-telur itu ke rumah. Di perjalanan entah mengapa timbul pikiran bahwa telur itu akan jatuh, dan hal itu pun terjadi beberapa detik setelah pikiran itu melintas. Akhirnya hanya tersisa satu telur yang utuh lainnya pecah semua. Saya pun menyesal telah membuat sugesti negatif pada diri saya pagi itu.
     Karena sudah trauma dengan sugesti negatif, akhirnya pagi itu juga saya mencoba membuat sugesti positif. Sebelum berengkat bekerja saya meyakinkan diri bahwa hari ini saya akan memperoleh rezeki lebih. Saya pun tidak habis pikir, ketika di kantor sore hari saya benar-benar memperoleh rezeki lebih itu berupa bonus yang diberikan kepada saya. Tentu saja saya menutup hari saya dengan gembira. Pernahkah kalian mengalami hal seperti ini?
2. Sapu bersih keluhan, ganti dengan rasa syukur
Pada saat situasi tertentu membuat Anda mengeluh, maka buatlah kondisi tersebut sebagai  sebagaisesuatu yang patut disyukuri. Misalnya, Anda mendapat kiriman setumpuk surat tagihan rekening. Daripada meneluh akan nilai tagihan tersebut, ganti keluhan Anda dengan kalimat ini.
“Baiklah, saya punya tegihan listrik, di mana saya dapat menikmati kekuatan untuk menikamati acara di televisi , browsing internet, berjoget saat mendengarkan musik, memanggang makanan lezat, dan yang lain sebagainya.”
Harusnya saya baca bukunya kemarin kali ya, jadi kemarin sore tiba-tiba listrik padam tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Akhirnya pekerjaan saya terhenti di jalan dan harus mengulang keesokan harinya. Tentu saja saya menggerutu sore itu. Akan lebih baik bila saya akan mencoba menggantinya dengan rasa syukur.
      “Baiklah karena listrik padam jadi bisa istirahat sejenak dari pekerjaan. Toh besok bisa dilanjutkan dengan pikiran lebih fresh jadi pasti cepet kelar .”
3. Visualisasi
     Luangkan waktu untuk memikirkan apa yang Anda inginkan. Bayangkan apa mimpi-mimpi Anda. Misalnya Anda ingin pergi ke Paris, maka bayangkan sedang berada di bawah menara Eiffel. Rasakan seolah-olah cahaya matahari di Paris mengenai kulit dan cium aroma yang berbeda dari tempat tinggal Anda.
     Membayangkan keinginan dan seolah-olah telah memilikinya adalah sebuah ilmu dari law of attraction yang dapat menarik apa yang paling Anda inginkan. Hanya dengan membayangkan saja, tubuh Anda akan lebih rileks dan bahagia. 
     Secara harfiah pengertian law of attraction dapat diartikan sebagai “Hukum Tarik Menarik”. Pengertian maknawinya kalau boleh diperjelas adalah “Bahwa kita bisa merealisasikan, mencapai dan mewujudkan apa-apa yang kita inginkan (impikan) apabila kita bisa berpikir secara positif dan yakin bahwa keinginan (mimpi) kita tersebut pasti akan kita capai (dapatkan)”. Untuk buku yang membahas banyak tentang law of attraction saya pernah membaca buku berjudul The Secret karya Rondha Byrne dan Quantum Ikhlas karya Erbe Sentanu. Mungkin bisa dicoba bagi  yang ingin belajar lebih jauh tentang law of attraction. 
4. Waktu untuk bersenang-senang
     Jangan biarkan waktu 24 jam sehari habis dengan pekerjaan, rutinitas, dan segala sesuatu yang menyita pikiran. Luangkan waktu untuk bersenang-senang, misalnya mendengarkan musik, membaca cerita lucu, atau bermain games di komputer atau video games. Dengan kebiasaan ini, maka hari-hari yamg membosankan menjadi lebih netral.
     Kalo me time saya sih biasanya malam hari. Biasa dihabiskan dengan menghabiskan buku bacaan, nonton drama korea, nonton filmnya, menulis  dll. Memang cara ini ampuh menurut saya, buktinya saja misalnya nih seharian kesel sama seseorang besoknya pas kebetulan ketemu lagi jadi sudah biasa saja perasaannya.

#Day23 #ODOPbatch6 #OneDayOnePost


Komentar

Popular

Asmara Sri Huning Mustika Tuban

Review Novel Antara Cinta dan Ridha Ummi

Ulasan Buku Dokter yang Dirindukan

Belajar Prosa Liris bersama Uncle Ik

Tentang Rara, Tokoh Utama dalam Novel Rumah Tanpa Jendela