Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Review Buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah

Gambar
  Dalam RCO level ketiga ini, saya memilih membaca buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah karya Geulbaewoo. Ini adalah kali pertama saya baca buku esai terjemahan Korea, rasanya agak aneh awalnya tetapi lama-lama bisa menikmati. Jujur saja saya tertarik untuk membaca bukunya karena judulnya, berharap menemukan vitamin tambahan dalam proses mendalami petuah 'learn to rest not to quit'. Selain itu saya juga menyukai desain sampulnya yang simpel, tetapi tetap berkesan apalagi ada gambar bunga mataharinya, hehe. Menurut saya isi buku ini cukup menarik tetapi tidak keseluruhan. Beberapa tulisan membuat saya menggut-manggut tak lupa ditempeli sticky notes biar gampang kalau nyari lagi, beberapa lainnya biasa saja (bukan sebab kurang berkesan, tetapi mungkin karena sudah pernah membaca tema itu sebelumnya). Panjang tulisan esainya pun beragam. Ada yang sampai beberapa halaman. Ada yang cuma satu kalimat. Ada yang berisi pengalaman pribadi, ada yang berisi nasihat-nasihat, dll.

Terlalu Berharap

Gambar
pixabay.com/darksouls1 Sudah pukul 07.00, gadis itu belum juga beranjak dari duduknya. Salma masih asyik memainkan tali sepatu. Padahal sebenarnya sudah ia kencangkan berkali-kali. Hingga akhirnya ia mendapati ibu kos yang tengah menyapu menatapnya curiga. Tidak ingin dicecar dengan pertanyaan, gadis ayu itu pun mulai melangkahkan kakinya. Di luar gerbang Salma menghentikan langkah kakinya, kedua matanya melirik jam kecil yang melingkar di tangan kirinya. “5 menit lagi,” gumamnya. “Okay, berarti kecepatan langkah kakiku harus dikurangi,” jawabnya atas pertanyaan yang dibuatnya sendiri. Hatinya harap-harap cemas , semoga keinginannya pagi ini terwujud. Tanpa sadar ia senyum-s e n yum sendiri sepanjang perjalanan, membuat orang-orang yang melihatnya heran. Tiga meter lagi, Salma mulai celingukan mengintai sebuah gang yang masih lengang. Tidak ada tanda-tanda, kembali ia melirik jam tangannya. Hatinya mulai gusar, mungkin belum beruntung, pikirnya. Gadis itu akhirnya memut

Teman Baru Rezeki Baru

Dulu saya bukan termasuk orang yang pandai bergaul. Seorang sahabat saya bahkan bilang jika saya orangnya cuek ketika pertama kali bertemu orang baru. Namun semenjak jadi anak perantauan, saya mencoba merubah tabiat saya tersebut. Karena saya menyadari ketika jauh dari orang tua, teman-teman barulah yang akan menjadi keluarga kita. Sikap say hai , atau sekedar melempar senyum kepada orang di samping kanan-kiri pun mulai saya lakukan. Dampak positif atas kebiasaan tersebut pun mulai saya tuai. Salah satunya adalah memiliki sahabat baru dari Samarinda. Singkat cerita kami bertemu di suatu acara seminar bertema muslimah . Saat itu saya berangkat seorang diri, karena teman yang rencananya saya ajak bareng sudah ada acara lain. Di dalam sebuah ruangan kampus bergengsi itu tentu saja saya bertemu banyak teman baru. Namun karena keterbatasan waktu, saya hanya mengenal tiga orang saja yang kini akun media sosialnya masih saya ikuti. Yang membuat saya geleng-geleng kepala, akhir-akhir ini

Serupa Hadiah

Sepertinya aku sedang tidak beruntung hari ini, aku tidak menjumpai satu teman pun untuk nebeng sampai rumah. Biasanya aku pulang-pergi ke kampus menggunakan angkot. Tetapi saat ini kondisi keuanganku sedang sangat menipis. Tabunganku ludes untuk membayar hutang, hutang yang kala itu terjadi saat kebutuhan mendesak muncul tanpa perencanaan sebelumnya. Uang di dompet juga tinggal dua belas ribu. Padahal saat ini adalah awal bulan, artinya kehidupan yang harus aku biayai masih tiga puluh hari lagi sebelum uang tunjangan berikutnya turun. Timbul pikiran untuk meminta uang kepada kakak. Tetapi niat itu cepat-cepat aku urungkan, karena mengingat kondisi kakak saat ini sedang pas-pasan. Kegalauan itu semakin menjadi, tiba-tiba aku mengingat pesan dari salah satu sahabatku. Pasti ada sesuatu yang masih bisa disyukuri sepahit apapun kondisi yang sedang kita alami. Akhirnya aku mencoba untuk bersyukur, meskipun tidak punya uang tapi setidaknya aku tidak punya hutang lagi. Jadi kalo suatu s

Pesan Untukmu

Kemarin kau ceria Menatap kedua mata hitamku sambil bercerita Lelaki itu memberimu bunga Dengan pita merah di tangkainya Namun kini tangismu menyayat hati Katamu kau terluka lagi Tubuhku basah oleh air matamu Tak apa, asal aku bisa menghiburmu Aku gagal lagi, aku gagal lagi Teriakmu tiada henti Cinta sejati memang tak ada Ucapmu berputus asa Mengapa kau diam saja? Hardikmu memukuliku Mengapa kau diam saja? Hujatmu sebelum melemparku Sayang ... Bila saja  kau mampu mendengar suaraku Ingin kubagikan pesan ini padamu Cinta sejati itu bukan tak ada Kau hanya belum menemukannya Maka sabarlah #Day24 #ODOPbatch6 #OneDayOnePost

Kebiasaan yang Bisa Dicoba Agar Selalu Berpikir Positif

     Pagi ini saya masih melanjutkan mebaca buku Move On dari Pikiran Negatif karya Rahardian Sukma. Nah pada poin terakhir di buku ini sub judul yang diangkat yaitu kebiasaan-kebiasaan agar selalu berpikir positif. Saya akan mencoba membahasnya, semoga bermanfaat.      Menurut Rahardian Sukma, ada empat cara mudah untuk selalu berpikir positif, antara lain : 1. Sugesti positif Setiap kali Anda mengawali hari, berdiri di depan cermin, lalu ucapkan sugesti positif untuk diri sendiri. a. Saya selalu sehat dan bugar b. Saya adalah magnet uang  c. Saya punya banyak teman dan disukai mereka d. ...      Anda bisa membuat sugesti sesuai keinginan. Dengan memberi sugesti positif pada diriri sendiri, maka Anda akan terheran-heran dengan hasilnya .      Bicara tentang sugesti saya punya pengalaman, suatu pagi saya disuruh membeli telur di pasar. Jumlah telur yang saya beli setengah kilo. Setelah memebayar, saya menenteng plastik yang berisi telur-telur itu ke rumah. Di perjalanan e

Kebaya Wisuda

       Wisuda adalah salah satu momen yang sangat ditunggu-tunggu bagi para mahasiswa. Bertahun-tahun mereka bergelut dengan berbagai mata kuliah yang menguras waktu, tenaga, dan biaya. Apalagi saat masa skripsi, perjuangan besar dibutuhkan untuk mengejar satu kata yaitu lulus. Wajar saja bila wisuda dijadikan sebagai momen untuk merayakan kemenangan atas proses panjang tersebut.             Di Indonesia selain memakai atribut lengkap seperti baju toga wisuda, kerah wisuda, kalung wisuda, medali wisuda, dan topi wisuda pakaian yang dipakainya memiliki ciri khas tersendiri. Untuk wanita biasanya memakai kebaya dilengkapi riasan wajah dan sanggul (untuk yang tidak berkerudung), sedangkan untuk pria menggunakan kemeja berdasi kadang dilengkapi dengan jas. Untuk pria pakaian yang digunakan cenderung simpel, namun lain halnya bagi wanita. Kebaya yang digunakan menjadi sorotan utama.             Dengan dalih momen yang istimewa, para wanita biasanya jauh-jauh hari menyiapkan kebaya

10 Kiat Menghilangkan Pikiran Negatif

Manusia memiliki dua pilihan dalam cara berpikir yaitu berpikir secara positif dan berpikir negatif. Dalam berbagai literatur menyebutkan bahwa pikiran positif dapat memberikan banyak manfaat. Namun sebaliknya pikiran negatif memiliki dampak yang berbahaya. Pikiran negatif dapat memengaruhi perilaku dan mengganggu ketentraman pikiran yang dapat menyebabkan terjadinya berbagai masalah hidup. Jenis pikiran ini dapat membuat orang merasa tidak nyaman dan pesimis tentang kemampuannya. Hal ini tentu saja sangat mengganggu, apalagi bila setiap hari pikiran negatif tersebut selalu menghantui segala aktifitas Anda. Kabar baiknya, Anda bisa mengontrol diri anda untuk mengusir pikiran negatif tersebut. Berikut 10 kiat yang bisa Anda lakukan untuk menghilangkan pikiran negatif: 1.       Pikirkan Hidup Anda Saat Ini Jangan terlalu cemas memikirkan masa lalu yang gagal, jangan pula pesimis dan terlalu memikirkan masa depan karena khawatir akan menuai kegagalan lagi. Pada prinsipnya kegagal

Popular

Asmara Sri Huning Mustika Tuban

Review Novel Antara Cinta dan Ridha Ummi

Ulasan Buku Dokter yang Dirindukan

Belajar Prosa Liris bersama Uncle Ik

Tentang Rara, Tokoh Utama dalam Novel Rumah Tanpa Jendela